Seorang Warga Aceh Divonis Hukuman Mati di Lahat, Kasus Kepemilikan 16 Kg Sabu & 12 Butir Ekstasi

Pasalnya, Pengadilan Negeri Lahat memvonis hukuman mati kepadanya atas kepemilikan sabu 16 kilogram dan 12 butir ekstasi.

sripoku.com/ehdi amin
Majelis hakim yang memimpin persidangan secara online untuk seorang terdakwa kasus narkoba di Pengadilan Negeri Lahat. 

SRIPOKU.COM, LAHAT - Tamat sudah riwayat Adnan (33), warga Desa Pante Pirak, Aceh Utara.

Pasalnya, Pengadilan Negeri Lahat memvonis hukuman mati kepadanya atas kepemilikan sabu 16 kilogram dan 12 butir ekstasi.

Vonis ini lebih berat dari dakwaannya, yakni penjara seumur hidup.

"Memutuskan hukuman mati terhadap terdakwa," ungkap Ketua Majelis Hakim, Yoga Dwi Nugroho SH MH, didampingi anggota Verdian Martin SH, Saiful Brow SH, dalam sidang yang digelar secara online di Pengadilan Negeri Lahat, Rabu (1/4/2020).

Kejari PALI Bakal Gelar Sidang Online Pertama, 22 Perkara Sehari di Tengah Wabah Covid-19

Sidang yang digelar online itu, dihadiri oleh Imam Rustandi SH penasehat hukum penunjukan dari Posbakum LBH Serelo Lahat.

Sementara Jaksa Penuntut, M Ihsan SH, Deden Noviana SH, berada di Empat Lawang.

Lebih lanjut, terdakwa terbukti membawa sabu seberat 15. 876,78 gram atau lebih kurang16 Kg dan ekstasi 12 butir di dalam tas.

Saat ditangkap Polisi di Simpang Talang Gunung Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang pada 20 Agustus 2019 lalu.

Dalam sidang itu tak begitu jelas bagaimana tanggapan terdakwa.

Untuk diketahui bahwa terdakwa Adnan ditangkap Polres Empat Lawang saat razia rutin di Tebing Tinggi.

Halaman
12
Penulis: Ehdi Amin
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved