Poltekpar Palembang Utus 20 Alumni Sebagai Tenaga tambahan Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19

Ke-20 orang karyawan yang juga alumni Poltekpar Palembang dengan bidang kompetensi berbeda-beda itu, membantu sebagai tenaga tambahan Tim Gugus Tugas

Poltekpar Palembang
Sekretaris Unit Gugus Tugas Penanganan Bagi ODP Covid-19 Sumsel, Aufa Syahrizal Sarkomi, memberi penjelasan kepada volunteer dari Poltekpar Palembang di Wisma Atlet Jakabaring Sport City, Rabu (1/4/2020). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang mengutus 20 orang karyawan bertugas di Wisma Atlet, Jakabaring Sport City atau JSC Palembang Sumsel.

Ke-20 orang karyawan yang juga alumni Poltekpar Palembang dengan bidang kompetensi berbeda-beda itu, membantu sebagai tenaga tambahan Tim Gugus Tugas penanganan dan pencegahan Covid-19.

“Tiga bidang keahlian pegawai, mereka alumni kampus. Misal kompetensi Divisi Kamar, Seni Kuliner dan Tata Hidang. Mereka bertugas sebagai volunteer di Wisma Atlet JSC yang dijadikan tempat sebagai Pusat Orang Dalam Pengawasan atau ODP,” kata Direktur Poltekpar Palembang, Zulkifli Harahap, Rabu (1/4/2020).

Dijelaskan Zulkifli, Poltekpar Palembang terlibat dalam Unit Gugus Tugas penanganan bagi ODP Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel). Keahlian yang dimiliki Poltekpar Palembang dibutuhkan mempercepat penanganan ODP di Wisma Atlet JSC.

“Kita dukung langkah pemerintah daerah yang membentuk ODP Centre. Kita berharap bisa membantu total dengan memberikan yang terbaik bagi mereka yang dalam pemantauan, dan tentunya dalam pantauan dan arahan langsung dari Pemprov Sumsel,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal Sarkomi menjelaskan, pihaknya sudah menjabarkan protokol keamanan bagi semua volunteer yang bertugas di ODP Centre.

Ia menjelaskan, tambahan 20 orang pegawai dari Poltekpar Palembang turut membantu memastikan ODP di Wisma Atlet JSC dalam kondisi prima.

Namun untuk saat ini, Aufa mengatakan pihaknya hanya bisa menunggu instruksi jika volunteer dibutuhkan.

“Tugas mereka sesuai kompetensi yang dimiliki. Tapi tidak setiap saat mereka turun tangan, bahkan lebih banyak stand by saja. Kita berharap seperti itu.

Perlu ditegaskan bahwa semua volunteer yang bertugas nantinya dalam kondisi fit, jika dalam kondisi kurang sehat maka dilarang bertugas. Protokolnya mengatur seperti itu,” kata Aufa yang juga Sekretaris Unit Gugus Tugas penanganan bagi ODP Covid-19 Sumsel.

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved