Virus Corona

Cegah Virus Corona, Menkumham Sudah Lepaskan 5.556 Narapidana, ini Syarat Napi Bisa Bebas

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengungkapkan, telah membebaskan sebanyak 5.556 narapidana.

(Fabian Januarius Kuwado/Kompas.com)
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA -- Cegah penyebaran virus corona di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengungkapkan, telah membebaskan sebanyak 5.556 narapidana.

Ia memperkirakan dapat mengeluarkan dan melepaskan 30.000 hingga 35.000 narapidana.

Yasonna menjelaskan pelepasan narapidana itu merujuk pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

"Ini exercise kami per hari ini pukul 11.00 WIB, SDP (Sistem Database Pemasyarakatan) kami melaporkan sudah dikeluarkan 5.556 warga binaan dengan Permenkumham Nomor 10/2020 dan Keputusan Menkumham," kata Yasonna dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR yang digelar virtual, Rabu (1/4/2020), seperti dikutip dari Kompas.com.

Pemakaman Jenazah Positif Covid-19 di Lampung 2 Kali Ditolak Warga, Padahal Liang Lahat Sudah Digali

 

Sejumlah Wilayah di Palembang Sudah Berlakukan Isolasi Lokal Demi Cegah Tertularnya Corona

Syarat yang harus dipenuhi bagi narapidana dan anak untuk dapat keluar melalui asimilasi adalah telah menjalani 2/3 masa pidana pada 31 Desember 2020 bagi narapidana dan telah menjalani 1/2 masa pidana pada 31 Desember 2020 bagi anak.

Asimilasi tersebut akan dilaksanakan di rumah dan surat keputusan asimilasi diterbitkan oleh kepala lapas, kepala LPKA, dan kepala rutan.

Sementara, syarat untuk bebas melalui integrasi (pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas) adalah telah menjalani 2/3 masa pidana bagi narapidana dan telah menjalani 1/2 masa pidana.

"Kami perhitungkan kami bisa mengeluarkan di angka minimal 30 ribu, dan dari beberapa exrcise kami bisa mencapai 35 ribu minimal," ujar Yasonna.

Yasonna menegaskan pembebasan itu sudah berdasarkan persetujuan Presiden Joko Widodo.

Ia pun meminta Kepala Lapas dan Kepala Rutan memantau pelaksanaan pelepasan ribuan napi ini.

"Kami harapkan tidak ada moral hazard. Kami sudah menyatakan ini adalah pelepasan by law. Kami meminta Kalapas, Karutan, karena ada beberapa rutan untuk memantau," kata dia.

Yasonna menargetkan pelepasan 30.000 hingga 35.000 napi ini selesai dalam sepekan.

Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara Hari Ini Kembali Macet, Ditengarai Perbaikan Jembatan Musi II

 

Raffi Ahmad Ajak Dokter ke Rumahnya, Lakukan Hal ini pada 75 Orang di Kompleks, Perangi Virus Corona

"Kami sudah meminta jajaran Kemenkumham selambat-lambatnya dalam seminggu. Permen dan Keputusan Menteri ini sudah selesai dan dilaporkan serta diawasi jam per jam melalui sistem SDP kita berapa yang dikeluarkan," ujar Yasonna.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menkumham: 5.556 Napi Sudah Dilepaskan demi Cegah Penyebaran Covid-19",

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved