Virus Corona di Sumsel

Herman Deru Himbau Warga yang Merantau Jangan

Gubernur Sumsel Herman Deru masih menyempatkan diri memantau kesiapan operasional ODP Center Corona di Wisma Atlet Jakabaring

Dok. Pemprov Sumsel
Di sela waktu akhir pekannya, Minggu (29/3) siang Gubernur Sumsel Herman Deru masih menyempatkan diri memantau kesiapan operasional ODP Center Corona di Wisma Atlet Jakabaring 

Palembang - Di sela waktu akhir pekannya, Minggu (29/3) siang Gubernur Sumsel Herman Deru masih menyempatkan diri memantau kesiapan operasional ODP Center Corona di Wisma Atlet Jakabaring, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.

Dalam kesempatan itu Gubernur Sumsel Herman Deru memberikan himbauan agar masyarakat Sumsel yang saat ini berada di luar daerah Sumsel khususnya daerah-daerah zona merah Covid-19 untuk menahan diri pulang mudik ke Sumsel, hal ini agar tidak semakin banyak peyebaran Virus Corona di Sumsel.

"Dengan ini Saya minta agar warga Sumsel yang ada di perantauan atau pemimpin organsiasi kesukuan dan profesi yang ada di luar jangan balek dulu sementaro ini karena kita semua ingin mencegah Virus Corona di Sumsel, tahan dulu  mudiknyo kasian dengan warga yang ado di sini," tutur Herman Deru.

Menurut Herman Deru dukungan kerjasama dan pengertian ini sangat dibutuhkan pemerintah agar lebih cepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumsel atau Virus Corona di Sumsel.

"Bantulah kami dengan doa dan dak usah balek dulu sampai kondisi membaik, untuk warga Sumsel yang berdomisili di Sumsel jika tidak ada keperluan mendesak tahan dulu jangan lakukan perjalanan keluar kota, agar rantai Virus Corona di Sumsel bisa teratasi," tegasnya.

Selain memberikan himbauan itu Herman Deru juga mengajak masyarakat Sumsel untuk menjaga imunitas. Karena dengan imunitas yang baik dapat meminimalisir penularan Covid-19 di Sumsel.

"Selain social distancing, yang tak kalah penting kita juga harus menjaga ketahanan tubuh. Jaga makan, jaga pola tidur, jaga gerak dan selalu positif thinking. Agar terbentuk imunitas yang kuat pada masing-masing individu," tandasnya.

Menurut Herman Deru himbauan itu dikeluarkannya karena mereka yang pulang mudik dari daerah zona merah. Karena itu jika memang tidak begitu mendesak keinginan untuk pulang mudik ditunda sementara waktu.

Ditanya soal penutupan akses pintu masuk ke Sumsel termasuk soal apakah ada rencana untuk lockdown, HD mengatakan keputusan tersebut tidak bisa langsung serta merta dibuat begitu saja. Karena dampak penutupan maupun lockdown sangat  besar.

"Mengenai penutupan, apalagi itu aset milik negara tentu kita harus samakan dengan program nasional. Tidak bisa kita lakukan dengan selera sendiri, tutup sendiri tanpa memikirkan dampaknya," ujar HD.

Namun demikian meski belum ada penutupan, Herman Deru mengatakan sangat memprioritaskan pengecekan baik di ASDP, bandara, dan terminal untuk tetap menjaga standar cegah Covid-19 di tempat-tempat tersebut.

" Begitu juga soal lockdown itu domain pemerintah pusat. Dan kita harus bijak melakukan tindakan karna ini multi dampak," jelasnya.

Dalam kesempatannya mengecek kesiapan operasional ODP Center, selain Gubernur Sumsel tampak hadir juga Wakil Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nurainy, Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Sumsel, Prof Yuwono, Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) RSUP MH Palembang, dr Zen Ahmad, Wadir SDM dan Kerjasama RS Siti Fatimah dr. Syamsuddin Isaac SM, Sp.OG, serta Kepala BPBD Sumsel Iriansyah.

Editor: adi kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved