Seberapa Efektif Disinfektan dari Pemutih Pakaian?
Salah satu bahan yang banyak dipakai adalah pemutih pakaian (sodium hypochlorite) yang memang bisa membunuh kuman dan virus, termasuk virus influenza,
SRIPOKU.COM - Upaya melawan virus corona terus dilakukan berbagai pihak. Selain menjaga kebersihan diri, kini banyak warga yang aktif menyemprotkan disinfektan di lingkungan perumahan.
Sayangnya, sekarang ini produk disinfektan sulit dicari di pasaran, seperti halnya masker atau hand sanitizer. Warga pun akhirnya banyak yang membuat formula disinfektan sendiri.
Salah satu bahan yang banyak dipakai adalah pemutih pakaian (sodium hypochlorite) yang memang bisa membunuh kuman dan virus, termasuk virus influenza, staphylococcus, streptococcus, salmonella, dan juga virus salesma.
• Polda Sumsel Semprot Disinfektan di ATM yang Berada di Jalan Jendeal Sudirman Kota Palembang
• Gara-gara Virus Corona Amerika Paling Menderita: Tertinggi Sedunia Kalahkan China dan Italia
“Kita bisa menggunakan pemutih pakaian sebagai disinfektan permukaan benda, untuk menghancurkan struktur protein mikroorganisme seperti virus atau bakteri,” kata dokter layanan primer David Nazarian seperti dikutip dari Insider.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Sodium hypochlorite akan mengoksidasi atau membakar membran pelindung bakteri dan cangkang protein virus, sehingga mikroorganisme ini mudah dihancurkan.
Membersihkan permukaan yang keras dengan cairan pemutih pakaian dapat mencegah penyebaran infeksi. Ini karena cairan tersebut secara efektif menyingkirkan patogen yang hidup di permukaan benda dan ada kemungkinan berpindah ke mulut atau hidung kita.

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di tempat duduk penonton di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2020). Kegiatan ini untuk meminimalisir penyebaran penyakit akibat virus Covid-19. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Kendati begitu, ada beberapa panduan yang harus diketahui dalam memakai cairan pemutih pakaian untuk membersihkan permukaan benda di rumah.
Cairan pemutih tidak bisa dipakai ke semua permukaan benda. Misalnya saja, hindari memakainya pada lantai kayu atau dinding yang dicat karena bisa mengikis.
Cairan disinfektan dari pemutih pakaian bisa dipakai pada hampir semua permukaan di dapur, wastafel, keran air, atau pun gagang pintu.
Perbandingan
Menurut peneliti kimia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Joddy Laksmono, cairan pemutih pakaian yang biasa digunakan sehari-hari bisa dilarutkan dengan air biasa.
Perbandingannya, 1:100.
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
"Anjuran dari WHO seperti berikut, pengenceran 5 persen sodium hipoklorit dengan perbandingan 1:100 biasa dianjurkan. Gunakan 1 bagian bahan pemutih untuk 99 bagian air ledeng dingin (pengenceran 1:100) untuk disinfeksi permukaan," kata Joddy.
Bahan pemutih yang telah diencerkan ini dapat mendisinfeksi dalam waktu kontak 10-60 menit.
Menurut Environmental Protection Agency (EPA), sodium hypoclorite efektif melawan virus Covid-10. Namun, agar hasilnya optimal, setelah mengelap permukaan dengan cairan pemutih pakaian, diamkan dulu sekitar 10 menit.
Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://lifestyle.kompas.com/ dengan Judul:
Seberapa Efektif Disinfektan dari Pemutih Pakaian?
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pemutih-pakaian_20150523_100344.jpg)