Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS Anjlok hingga Dekati Angka Rp 15.000 Per Dollar

Rupiah melemah 155 poin sebesar 1,05 persen dibanding penutupan pada Jumat (13/3/2020), yakni Rp 14.778 per dollar AS.

Editor: Sudarwan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi: Petugas memperlihatkan pecahan dolar AS yang akan ditukarkan di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Kawasan Blok M, Jakarta. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS Anjlok hingga Dekati Angkat Rp 15.000 Per Dollar AS.

Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terjadi pada penutupan perdagangan di pasar spot Senin (16/3/2020).

Seperti dilansir Kompas.com yang mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup pada level 14.932 per dollar AS. 

Rupiah melemah 155 poin sebesar 1,05 persen dibanding penutupan pada Jumat (13/3/2020), yakni Rp 14.778 per dollar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, sentimen internal berupa rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut neraca perdagangan Indonesia (NPI) surplus tidak direspon masyarakat.

Rahasia Pendapatan Pemuda Milenial, Usia 25 Tahun Miliki Kekayaan 1 Juta Dollar AS

"Pasar kurang merespon surplus NPI karena saat ini pemerintah sedang fokus penanganan virus corona yang sudah merebak di seluruh negeri sehingga perlu penanganan yang serius dari pemerintah," kata Ibrahim.

Hari ini, BPS merilis neraca perdagangan pada Februari 2020 yang mengalami surplus sebesar 2,34 miliar dollar AS.

Angka ekspor Indonesia mencapai 13,94 miliar dollar AS dan impor sebesar 11,60 miliar dollar AS.

"Surplus terjadi karena kenaikan ekspor dan turunnya impor," jelasnya.

Viral Kerajaan Baru di Purworejo, Raja Keraton Agung Janjikan Uang Ratusan Dollar Bagi Pengikutnya

Sementara itu, bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve pada Minggu (15/3/2020) mengejutkan pelaku pasar dengan mengumumkan penurunan suku bunga acuan dan memangkas Federal Funds Rate 100 basis poin (bps) menjadi 0-0,25 persen.

Angka ini merupakan rekor terendah sejak 2015.

"Ini adalah pemangkasan suku bunga kedua oleh bank sentral dalam waktu kurang dari dua minggu karena memberikan penurunan suku bunga langka pada awal bulan," ungkapnya.

The Fed juga mengumumkan program quantitative easing yang melibatkan pembelian aset senilai 700 miliar dollar AS yang berada di atas suntikan pada Jumat lalu sebesar 1,75 triliun dollar AS.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul  "Anjlok, Rupiah Ditutup Dekati Rp 15.000 Per Dollar AS"Penulis : Kiki Safitri

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved