Berita Banyuasin
Deretan Fakta Ayah Cabuli Anak Selama 5 Tahun di Banyuasin, Terbongkar saat Sang Anak Mulai Pacaran
Kasus pemerkosaan yang dilakukan ayah kandung HS (34) terhadap putrinya HN (15) di Banyuasin Sumsel, terbongkar berawal dari sang putri mulai berpacar
Deretan Fakta Ayah Cabuli Anak Selama 5 Tahun di Banyuasin, Terbongkar saat Sang Anak Mulai Pacaran
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus pemerkosaan yang dilakukan ayah kandung HS (34) terhadap putrinya HN (15) di Banyuasin Sumsel, terbongkar berawal dari sang putri mulai berpacaran.
Aksi HN mulai miliki pacar diketahui oleh sang ibu DN (31).
DN marah ketika mengetahui sang anak mulai berpacaran. Sang ibu juga mengancam akan memberitahukan kelakuan HN kepada sang ayah HS (34).
HN justru memberitahukan kepada sang ibu kelakuan sang ayah, yang sudah tak terhitung meniduri dirinya.
Mendapat jawaban seperti itu, DN kaget dan mendesak sang anak untuk terus mengungkap kelakukan sang ayah.
Dari cerita HN itulah, DN melaporkan sang suami ke Polsek Talang Kelapa Banyuasin Sumsel.
Dihadapan Polisi HN Sempat Bantah
Sudah tak terhitung lagi, berapa kali HS meniduri anak perempuan semata wayangnya.
Aksi HS tersebut, tidak hanya dilakukannya ketika sang istri tidak ada di rumah, akan tetapi ketika DN juga ada di rumah.
HN, digarap sang ayah bejat ketika usianya masih 9 tahunan.
Terhitung sejak tahun 2015 lalu hingga sekarang, HN selalu dipaksa melayani nafsu sang ayah.
"Aku tidak pernah melakukannya, dia anak kandung aku," kilah HS saat diamankan di Polsek Talang Kelapa Banyuasin, Kamis (12/3/2020).
Tersangka tetap tidak mengaku melakukan hal tersebut, meski sang anak sudah menceritakan kelakuan sang ayah kepadanya.
• Seorang Pencuri Sepeda di Lorong Terusan 1 Palembang Ditangkap Polisi, Sepeda Belum Dijual
• Video: Ibu Rumah Tangga di Kelurahan 3 Ulu Menangis Diruang Persidangan Diduga Bandar Narkoba
Kelakukan tak Senonoh Pernah Dilakukan juga Sang Paman
Penderitaan HN juga belum berakhir.
Kelakuan tak senonoh juga diterimanya dari sang paman yang merupakan adik ayahnya sendiri.
Tersangka ABH (16) juga melakukan pencabulan terhadap korban.
Bila pencabulan yang dilakukan sang ayah terhadap HN di rumah.
Perbuatan tak senonoh diterima korban dari sang paman ketika korban tidur di rumah neneknya yang tidak jauh dari rumahnya.
Dari pengakuan tersangka ABH, bila dirinya melakukan pencabulan terhadap korban sebanyak satu kali.
"Saya cuma pegang," ungkapnya saat diamankan.
Pengakuan Korban
Di depan polisi, HN menceritakan kelakukan ayahnya selama lima tahun terkahir.
Menurut HN peristiwa yang tidak mengenakan itu terjadi saat tahun 2015 silam.
Saat menjelang buka puasa, HN dipanggil sang ayah ke dalam kamar.
Saat itu kata HN sang ibu sedang keluar rumah untuk membeli sirup untuk berbuka.
"Kata Abah (ayah, RED) saat itu, dia mau melepaskan ilmu dari badannya," kata HN.
HS yang mengetahui istrinya belum pulang dari membeli sirup, terus memaksa sang anak.
HS terus beralasan agar ilmu yang ada di badannya bisa lepas.
Sejak saat itu, HS terus mengulangi perbuatannya kepada sang anak.
"Aku tidak mau, tetapi Abah mengancam. Kalau aku tidak mau kata Abah nanti Ibu dibunuhnya, kalau tidak adik yang akan dibunuh," katanya.
• Masuk Kamar Pribadi Raffi Ahmad & Nagita Slavina, Sule Dibuat Sedih, Sindir Keras dan Perlu Privasi!
• Lakukan Visum Kejiwaan, Dokter Ungkap Respon Siswi SMP Bunuh Bocah, Satu Per Satu Mulai Diungkap!
Tak hanya bejat dan malas bekerja, HS yang tega mencabuli anak kandungnya sendiri positif menggunakan narkoba.
Dari hasil tes urine, HS positif menggunakan narkoba jenis sabu.
Hal ini, juga diperkuat dari hasil interogasi korban yang selalu melihat ayahnya menghisap sabu di rumah.
"Ketika selesai menggunakan sabu, tersangka ini biasanya akan melakukan aksi bejatnya kepada korban," kata Kapolsek Talang Kelapa Banyuasin Sumsel Kompol Masnoni.
Menurut dia, HS, selalu menggunakan sabu di rumahnya.
Ketika sang istri tidak berada di rumah, Toni mengajak teman-temannya untuk menggunakan sabu.
Ketika menggunakan sabu, korban menyaksikan sendiri Toni menghisap sabu.
Terkadang, HS sendirian menggunakan sabu di dalam rumah.
Tetapi, terkadang juga mengajak teman-temannya menggunakan sabu.
"Untuk narkobanya, kami masih dalami. Tetapi, kami lebih fokus terhadap pencabulan yang dilakukan tersangka terhadap korban," pungkasnya.