Breaking News:

Lima Pemain Muda Chelsea Berhasil Unjuk Gigi Musim Ini di Tangan Frank Lampard, Harga Melonjak

Frank Lampard berhasil mengangkat nama sejumlah pemain muda Chelsea pasca diberi kepercayaan bermain.

Editor: Refly Permana
https://www.football.london/
Frank Lampard. 

SRIPOKU.COM - Frank Lampard telah mengubah jalan cerita Chelsea sejak dipercaya menjadi pelatih kepala.

Di tangan mantan gelandang yang pernah dinobatkan menjadi top scorer sepanjang masa klub yang sekarang ia tangani tersebut, sejumlah pemain muda ia orbitkan untuk mengisi line up.

Hal tersebut berbeda dengan apa yang dilakukan pelatih-pelatih Chelsea sebelumnya, dimana terhitung sejak dibeli oleh Roman Abramovich, klub berjuluk The Blues selalu membeli pemain yang 'sudah jadi'.

Hal tersebut wajar lantaran Roman berkeinginan klub asal London ini menjadi yang terkuat, baik di Premier League hingga Liga Champions yang merupakan kompetisi terbesar di Benua Biru.

11Tahun Cerai dari Maia Estianty, Sosok Ini Soroti Perasaan Ahmad Dhani, Sindir Penyesalan Masa Lalu

Tak percuma, Chelsea beberapa kali menjadi klub terbaik di kancah domestik dan mulai diperhitungkan di kancah Liga Champions.

Bahkan, The Blues pernah mengangkat trofi Liga Champions ketika diasuh oleh Roberto di Matteo.

Sementara Lampard, yang juga menjadi salah satu pemain andalan sejak Chelsea dimiliki oleh Roman, datang dengan segudang permasalahan di Chelsea.

Gelandang Chelsea, Billy Gilmour, beraksi dalam laga 16 besar Piala FA kontra Liverpool di Stadion Stamford Bridge, Selasa (3/3/2020).
Gelandang Chelsea, Billy Gilmour, beraksi dalam laga 16 besar Piala FA kontra Liverpool di Stadion Stamford Bridge, Selasa (3/3/2020). (TWITTER.COM/CHELSEAFC)

Chelsea ditinggal pergi Eden Hazard, winger Belgia yang selalu menjadi andalan Chelsea dalam beberapa tahun terakhir, yang angkat kaki ke Real Madrid.

Masalah lainnya, Chelsea terkena larangan transfer pemain sehingga tidak diperbolehkan membeli pemain.

Alhasil, Lampard terpaksa memainkan skuat yang notabene merupakan pilihan pelatih terdahulu, sementara dirinya belum bisa membeli pemain yang sesuai dengan kriteria yang ia inginkan.

Dengan segudang persoalan tersebut, Lampard pun berupaya mengangkat Chelsea meski hanya bermaterikan pemain yang sudah ada.

Lebih Untung Mana: Investasi Emas atau Saham Produsen Emas?

Seakan sudah bisa ditebak, laga perdana Chelsea di Premier League langsung berakhir memalukan.

Memang, lawan yang dihadapi kala itu adalah Manchester United, tetapi skor akhir 4-0 saat itu sangat jauh dari prediksi pengamat sepakbola mengingat kedua tim saat ini jaraknya bukan lagi tim raksasa melawan tim papan tengah, namun keduanya sudah berstatuskan sebagai tim  raksasa.

Namun, secara perlahan, Lampard mulai berhasil mengubah permainan Chelsea yang berujung pada hasil-hasil positif.

Kini, di Premier League, Lampard bahkan berhasil 'mengangkangi' sejumlah klub yang dilatih oleh pelatih senior dan berpengalaman, mulai dari Arsenal, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.

Kini, Chelsea berada di posisi empat besar.

Penyerang Chelsea, Willian, mencetak gol ke gawang Liverpool, yang dikawal oleh Adrian, dalam laga 16 besar Piala FA di Stadion Stamford Bridge, Selasa (3/3/2020).
Penyerang Chelsea, Willian, mencetak gol ke gawang Liverpool, yang dikawal oleh Adrian, dalam laga 16 besar Piala FA di Stadion Stamford Bridge, Selasa (3/3/2020). (TWITTER.COM/OPTAJOE)

Terakhir, skuat Chelsea yang bermaterikan perpaduan pemain senio dan muda berhasil menang telak atas Everton, yang dilatih oleh Carlo Ancelotti, sosok yang juga pernah melatih Chelsea dan Lampard.

Pada pertandingan itu, Lampard bahkan berani memainkan seorang pemain berusia 18 tahun untuk menjadi starting line up, yakni Billy Gilmour.

Hasilnya? Gilmour termasuk salah satu pemain yang mengangkat performa Chelsea di pertandingan itu. Ia bahkan bisa main penuh tanpa digantikan pemain lain.

Pemain jebolan akademi sepakbola Chelsea ini saat itu diplot menjadi gelandang bertahan dan bisa membuat Ross Barkley dan Mason Mount fokus untuk mengatur serangan karena Gilmour sukses menjadi pemain pertama yang bertahan ketika Chelsea mendapat serangan dari Everton.

Saking Menyeramkannya Mike Tyson, George Foreman : Petinju yang Wajib Dihindari

Malah,  ada satu momen dimana Gilmour nyaris saja menjadi pemberi asisst jika peluang yang didapat Mason tidak gagal berbuah gol.

Komentator pada pertandingan ini berujar Gilmour sudah sukses menjalankan perannya.

Lampard memang mengandalkan pemain-pemain muda ketika Chelsea tidak diperbolehkan membeli pemain.

Mason merupakan nama lain yang namanya melejit di musim ini ketika dipercaya Lampard menjadi pemain inti.

Ia dianggap salah satu pemain muda Inggris yang dianggap bakal menjadi andalan timnas Inggris di masa depan bersama Jadon Sancho, Markus Rashford, dan sejumlah nama muda lainnya.

Mason dikenal sebagai pemain yang mahir dalam menggiring bola serta bisa memanfaatkan sejumlah peluang untuk menjadi gol.

Sosoknya pun secara perlahan membuat nama Hazard bisa dilupakan fans Chelsea, apalagi penampilamn Willian yang makin moncer sejak ditangani Lampard.

Tak kalah mengejutkan adalan sosok Tammy Abraham.

_
Penyerang muda Chelsea, Tammy Abraham.
_ Penyerang muda Chelsea, Tammy Abraham. (TWITTER.COM/CFCFUTBOL)

Pria 22 tahun ini diplot Lampard menjadi penyerang tengah. Sedikit mengejutkan lantaran di posisi serupa Chelsea sudah memiliki Olivier Giroud dan Mitchy Batshuayi.

Namun, Lampard lebih percaya kepada Abraham, yang sangat jarang mengisi skuat inti Chelsea.

Abraham membalas kepercayaan Lampard dengan gol demi gol yang ia torehkan.

Selain mencetak gol, Abraham juga mampu mengangkat nama pemain senior seperti Willian yang makin rajin dalam mencetak gol.

Hal tersebut tak lepas dari kepiawaian Abraham memancing bek-bek musuh untuk keluar dari kotak penalti sehingga membuat pemain Chelsea yang lain lebih leluasa mencetak gol.

Saking Menyeramkannya Mike Tyson, George Foreman : Petinju yang Wajib Dihindari

Lampard juga berhasil menemukan sosok bek masa depan Chelsea pada diri Fikayo Tomori.

Bek berusia 22 tahun yang memiliki paspor Inggris dan Kanada ini beberapa kali terpilih menjadi pemain inti untuk The Blues.

Ia bisa tampil tenang berkat didikan pemain senior seperti Cesar Azpilicueta dan Anthoni Rudiger.

Jarang sekali Tomori membuat kesalahan sehingga Lampard tak ragu menjadikannya beberapa kali menjadi pemain initi.

Empat pemain muda di atas semuanya menjadi tenar berkat tangan dingin Lampard.

Seakan belum cukup sampai di sana, pada pertengahan babak kedua melawan Everton, Lampard kembali memainkan seorang pemain muda bernama Reece James yang bermain sebagai bek kanan.

Sektiar 20 menit bermain, James sudah memperlihatkan permainan ciamik dimana dirinya berhasil membuat dua penyerang Everton, Richarlison dan Calvert-Levin, kesulitan menciptakan peluang.

James juga beberapa kali bisa memberikan umpan bagus di saat tim mulai menyusun serangan dari bawah.

Berkat Lampard, nama-nama pemain di atas kini memiliki harga jual yang tinggi.

Dikutip dari transfermarkt.com, keempat nama di atas harga jualnya mengalami peningkatan:

1. Billy Gilmour: 2,5 miliar Euro kini menjadi 3.00 miliar Euro

2. Tammy Abraham: 32 miliar Euro menjadi 50 miliar Euro

3. Mason Mount: 35 miliar Euro menjadi 45 miliar Euro

4. Fikayo Tomori: 10 miliar Euro menjadi 20 miliar Euro

5. Reece James: 7,5 miliar Euro menjadi 15 miliar Euro

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved