Ini Misteri Kejahatan Besar di Indonesia yang Belum Terungkap, Ada yang Mayatnya Ditemukan di Hutan!
Ini Misteri Kejahatan Besar di Indonesia yang Belum Terungkap, Ada yang Mayatnya Ditemukan di Hutan!
Penulis: fadhila rahma | Editor: Welly Hadinata
Ini Misteri Kejahatan Besar di Indonesia yang Belum Terungkap, Ada yang Mayatnya Ditemukan di Hutan!
SRIPOKU.COM - Kejahatan Besar di Indonesia beberapa di antaranya ternyata masih meninggalkan misteri yang belum terungkap hingga saat ini.
Kasusnya sendiri secara perlahan mulai terlupakan dan akhirnya hilang dari ingatan.
Meski beberapa dari pihak yang masih peduli kerap bersuara agar kasus yang terjadi diusut hingga tuntas.
Seperti apa peristiwa besar tersebut?
Dihimpun dari berbagai pemberitaan, berikut daftar misteri kejahatan besar di Indonesia yang ternyata belum terungkap.
• Tolak Uluran Tangan Dunia, Diam-diam Kim Jong Un Memohon Bantuan Untuk Alat Virus Corona ke Rusia
• Dikira Bohong, Pria Ini Buat KSAD Andika Perkasa Bengong Masuk TNI, Semua Kaget Tahu Keahliannya!
• Perancang Senapan Jarak Jauh Ditawari KSAD Andika Jadi Anggota TNI, Sempat Diragukan, Nyatanya Gini
• Lihat Gaya Duduk Idham Azis, Kaki Diangkat ke Atas Kursi Padahal Bersebelahan dengan Tito Karnavian
1. Pelaku pembunuhan wartawan Udin

Pelaku pembunuhan wartawan Udin pada tahun 1996 silam kini masih menyisakan misteri.
Banyak dugaan, nyawanya dihilangkan karena kerja-kerja jurnalistiknya yang dikenal tegas.
Melansir Kompas.com, Fuad Muhammad Syarifuddin adalah seorang jurnalis Harian Bernas di Yogyakarta.
Ia dibunuh pada 16 Agustus 1996.
Dikabarkan, pembunuhan ini dikarenakan pemberitaan mengenai dugaan korupsi di Bantul.
Harian Kompas mengabarkan, Udin memang sering menulis mengenai pemberitaan kritis tentang kebijakan pemerintah Orde Baru.
Salah satunya adalah berita bahwa Bupati akan membantu pendanaan Yayasan Dharmais jika kembali terpilih.
Tiga hari sebelum dibunuh, Udin diserang dan dianiaya orang tidak dikenal di rumahnya, Bantul, Yogyakarta.
2. Pembunuhan Marsinah sang buruh pabrik di Sidoarjo

Suara vokal Marsinah yang memperjuangkan hak-hak para buruh akhirnya kandas.
Aktivis yang juga seorang buruh PT Catur Putera Surya (CPS), pabrik arloji di Siring, Porong, Jawa Timur itu ditemukan tak bernyawa pada 8 Mei 1993, di hutan di Dusun Jegong, Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur.
Dikutip dari Harian Kompas yang terbit pada 10 November 1993, sebelumnya dia menyuarakan aksi keprihatinan karena merasa kerap diperlakukan tidak adil oleh pihak pimpinan perusahaan.
Pada waktu iru, buruh di PT CPS digaji Rp 1.700 per bulan.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan Keputusan Menteri 50/1992 yang menunjukan UMR Jawa Timur adalah Rp 2.250.
Marsinah yang terkenal vokal kemudian berunjuk rasa menuntut kenaikan upah pada 4 Mei 1993.
Marsinah tampil dengan sederet argumentasi yang merepotkan pimpinannya.
Bahkan, Marsinah dengan lantang menentang permintaan Direktur PT CPS agar pekerja itu bekerja seperti biasanya. Dia bersama teman-temannya melakukan aksi mogok kerja.
"Tak usah kerja," salah satu kata yang terucap dari Marsinah ketika unjuk rasa.
Hingga kini, dalang sesungguhnya dari pembunuhan itu belum terungkap.
3. Misteri pemerkosaan Sum Kuning

Kasus ini terjadi pada Senin, 21 September 1970, dimana Sum Kuning yang memiliki nama asli Sumarijem diculik dan kemudian diperkosa oleh sekelompok pemuda yang diketahui merupakan anak-anak dari orang berpengaruh di Yogya.
Kasus ini menjadi legenda lantaran Sum Kuning yang menjadi korban justru dikriminalisasi dan dijadikan tersangka.
Sebagai korban, perempuan yang dijuluki Sum Kuning itu malah ditahan polisi karena dianggap membuat laporan palsu.
Pelaku pemerkosaan masih samar dan belum ditemukan jejaknya.
4. 13 aktivis yang diculik pada 1998
Kasus penculikan aktivis yang terjadi pada 1997-1998 tak pernah benar-benar selesai.
Satu orang terbunuh, 11 orang disiksa, 12 orang dianiaya, 23 orang dihilangkan secara paksa, 19 orang dirampas kemerdekaan fisiknya secara sewenang-wenang, dan dari 23 orang yang dihilangkan paksa, 13 orang belum diketahui nasibnya.
Jumlah korban yang masih dicari ada 13 orang. Mereka ialah Petrus Bima Anugrah, Herman Hendrawan, Suyat, Wiji Thukul, Yani Afri, Sonny, Dedi Hamdun, Noval Al Katiri, Ismail, Ucok Siahaan, Hendra Hambali, Yadin Muhidin, dan Abdun Nasser.
5. Penembak mahasiswa di Trisakti pada 12 Mei 1998

Keriuhan mahasiswa pada demo 12 Mei 1998 silam sempat berubah mencekam setelah dua belas mahasiswa ditembak oleh aparat bersenjata.
Kecurigaan sempat mengarah pada pihak kepolisian dan Brimob, yang kemudian dibantah oleh Kapolri Jenderal (Pol) Dibyo Widodo pada 28 Mei 1998.
Diduga kuat ada campur tangan militer di balik peristiwa tersebut menurut Sidang Mahkamah Militer, yang sayangnya tidak terungkap secara jelas. Pelaku penembakan pun hingga kini tak ditemukan.
Hingga Indonesia berganti kepemimpinan, kejahatan di atas seolah nihil menjadi kasus yang terlupakan.
Meski sempat masuk sebagai kasus yang diselidiki oleh pihak berwenang, hasilnya masih jauh seperti yang diharapkan.