Pemkab Muba Buka Layanan Virus CoronA 24 Jam, Siagakan Call Center Jika Terindikasi

Bupati Musi Banyuasin (Muba) melakukan langkah-langkah antisipasi agar virus berbahaya tersebut tidak mewabah di Bumi Serasan Sekate.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Refly Permana
EPA-EFE/JALIL REZAYEE(JALIL REZAYEE)
Seorang perempuan Afghanistan mengenakan masker setelah kasus virus corona pertama terdeteksi di dekat perbatasan Iran; di Herat, Afghanistan, 25 Februari 2020. EPA-EFE/JALIL REZAYEE(JALIL REZAYEE) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Mewaspadai penyebaran Virus Corona, Pemkab Muba melakukan langkah-langkah antisipasi agar virus berbahaya tersebut tidak mewabah di Bumi Serasan Sekate.

Gerak cepat Bupati Muba, Dodi Reza, dengan mengeluarkan Surat Edaran untuk para pihak agar melakukan deteksi dini terhadap potensi penyebaran wabah Virus Corona.

"Segera melaporkan kasus suspect Pneumonia berat yang memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit ke Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin melalui Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Musi Banyuasin dengan alamat email surveilansmuba@yahoo.com dan whatsapp ke nomor 081373576495 kurang dari 24 jam," kata Dodi.

MotoGP Qatar 2020 Batal, Andrea Dovizioso: Marc Marquez Diuntungkan, Saya Tidak

Dodi juga meminta agar pihak terkait, yakni diantaranya camat, kepala puskesmas, dan direktur rumah sakit melakukan pengamatan terhadap peningkatan kasus Pneumonia yang terjadi di wilayahnya

Selain itu, meminta pihak terkait mengadakan kerja sama lintas sekor camat, puskesmas, dan juga masyarakat dengan memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat tentang Pneumonia dan cara mencegah penularannya (dengan cuci tangan pakai sabun dan etika batuk atau bersin).

Serta anjuran agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami demam, batuk, sesak, dan gangguan pernafasan serta memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit dalam waktu 14 hari (empat belas) hari sebelum timbul tanda/gejala.

"Kemudian, melakukan pengawasan di daerah-daerah perbatasan lintas terhadap masuknya tenaga kerja asing (TKA) yang berkerja di wilayah kabupaten Musi Banyuasin atau riwayat pekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien yang terkonfirmasi dengan virus corona di China atau wilayah/Negara yang terjangkit (sesuai dengan perkembangan penyakit)," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah mengingatkan agar pimpinan puskesmas segera mensosialisasikan dan melakukan pengawasan khususnya pada klinik-klinik swasta yang ada di wilayahnya terkhusus klinik perusahaan. 

Video: Pembawa Sabu Berontak Ketika Tim Hunter Beta 2 Sat Sabhara Polrestabes Palembang Mendekat

Agar bisa bekerjasama dalam mengantisipasi penyebaran dengan memberikan laporan ke dinas kesehatan.

"Dalam hal rujukan kasus tetap secara SOP merujuk ke RSUD Sekayu yg mana sudah ada dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis paru yang selanjutnya ke RSMH sebagai rujukan nasional," terang Azmi.

Lanjut Azmi, Dinkes Muba juga membuka layanan call center 24 jam untuk kepada pihak puskesmas dan rumah sakit berkoordinasi terkait adanya potensi warga yang terkena Virus Corona.

"Sesuai arahan Kementerian Kesehatan dan pak Bupati Dodi Reza untuk meningkatkan kewaspadaan," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved