Ironis Kakak Beradik Lumpuh ini Hidup dalam Kemiskinan, Tak Pernah Terima Bantuan Pemerintah

Rodiyatun (43) dan Rumini (45), kakak beradik yang dilanda kelumpuhan selama puluhan tahun dan hidup dalam keterbatasan.

Tayang:
Editor: Yandi Triansyah
KOMPAS.com/Tresno Setiadi)
Rodiyatun (43) dan kakanya Rumini (45) saat ditemui Ketua RW Muhrodi di kediamannya di RT 3, RW 9, Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Minggu (1/3/2020)(KOMPAS.com/Tresno Setiadi) 

Ironis Kakak Beradik Lumpuh ini Hidup dalam Kemiskinan, Tak Pernah Terima Bantuan Pemerintah

 

SRIPOKU.COM -- Rodiyatun (43) dan Rumini (45), kakak beradik yang dilanda kelumpuhan selama puluhan tahun dan hidup dalam keterbatasan.

Kedua kakak beradik yang tak memiliki suami ini hanya tinggal bersama Hadi (22) anak Rumini di sebuah rumah sederhana peninggalan orang tua di RT 3, RW 9, Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.

Ditemui di Kompas.com kediamannya, Minggu (1/3/2020), Rodiyatun mengaku tak pernah menikah.

Dia mengalami kelumpuhan sejak balita dan hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Sesekali, dia duduk di kursi roda dibantu kakaknya Rumini untuk menghilangkan kejenuhan dengan keluar kamar.

Rodiyatun tak mampu berjalan. Sementara Rumini, yang mengalami kelumpuhan di sebagian fisiknya, termasuk tangannya, tak mampu bekerja.

Pertama Kali Alami Keguguran, Kondisi Psikis Nagita Slavina Dibeberkan Amy Qanita, Menangis di Kamar

 

Abash Ternyata Wanita, Hotman Paris Bongkar Kebohongan Lain, Eks Pacar Lucinta Luna Benar Laki-laki?

Berbeda dengan Rodiyatun, Rumini mampu berjalan meski dalam keterbatasan tidak layaknya orang normal.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, mereka mengandalkan Hadi yang bekerja sebagai buruh harian.

Rumini ditinggalkan suaminya sejak Hadi masih balita.

Hidupnya semakin ironis, saat ketiganya tak tersentuh bantuan pemerintah sama sekali.

Baik Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Rodiyatun sebelumnya mengandalkan hidup dari ibunya, Darwinah yang berjualan bumbu di pasar.

Sejak ibunya meninggal lebih dari 10 tahun lalu, hidupnya selalu dalam keterbatasan ekonomi.

"Kalau makan dari keponakan saya, Hadi yang bekerja di warung pecel lele. Sehari dapat upah Rp. 60.000," kata Rodiyatun didampingi ibu dari Hadi, Rumini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
Live
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved