Berita Prabumulih

Puluhan Pengendara Terjaring Razia Gabungan Dishub Prabumulih Jalani Sidang di Tempat

Sebanyak 21 pengendara kendaraan roda dua, empat dan roda enam disidang di tempat oleh pengadilan negeri dan kejaksaan Prabumulih.

Puluhan Pengendara Terjaring Razia Gabungan Dishub Prabumulih Jalani Sidang di Tempat
Tribunsumsel.com/Edison Siregar
Pengendara kendaraan roda empat ketika menjalani sidang dalam razia gabungan digelar Dinas Perhubungan Pemkot Prabumulih, Selasa (11/02/2020). 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Sebanyak 21 pengendara kendaraan roda dua, empat dan roda enam disidang di tempat oleh pengadilan negeri dan kejaksaan Prabumulih karena terjaring razia tim gabungan Dinas Perhubungan Pemkot Prabumulih, Selasa (11/02/2020).

Razia yang diselenggarakan di simpang tugu air mancur kota Prabumulih itu selain diikuti pengadilan dan kejaksaan, juga diikuti tim dari satlantas Polres Prabumulih, Subdenpom, Samsat dan Jasa Raharja.

Dalam razia tersebut sebanyak 21 pengendara terjaring lantaran tidak memiliki surat-surat kendaraan seperti SIM, STNK serta ada yang mati pajak dan tidak ada kelengkapan kendaraan seperti spion maupun lainnya.

Plt Kadishub Pemkot Prabumulih, MHD Yusuf Arni HS melalui Kabid Lalulintas, S Feri mengatakan pihaknya melakukan razia sesuai aturan untuk menertibkan kendaraan tak layak jalan, mati masa kir dan kesalahan lainnya.

"Kendaraan yang paling banyak kena razia karena tidak KIR dan sebagian besar kendaraan kota Prabumulih, kita lakukan razia karena bisa membahayakan kendaraan lain dan bisa terjadi kecelakaan," katanya disela-sela razia.

Feri menuturkan, jika kendaraan mati kir sebulan atau dua bulan bisa dimaklumi mungkin lupa namun jika sudah satu tahun atau bertahun-tahun maka harus ditilang dan sidang ditempat.

"Razia ini untuk menekan terjadi kecelakaan lalulintas, kalau sudah mati bertahun-tahun bukan lalai lagi," tuturnya.

PT Gojek Bantu Revitaslisasi Taman Ampera Skate Park Palembang dan Halte Trans Musi

Warga Prabumulih Cemas, Beredar Video Penculikan Anak SD, Polisi Sebut Hoaks

Video : Kronologis 2 Bocah SD Tewas Tenggelam Bekas Galian di Talang Betutu Palembang

Lebih lanjut Feri menuturkan dalam razia itu 21 pengendara disidang dan langsung membayar denda, dimana paling besar denda yakni Rp 80 ribu.

"Razia ini akan kita lakukan berkelanjutan bersama tim gabungan dari berbagai instansi vertikal," tambahnya seraya mengatakan pihaknya juga menindak pengendara truk yang masih nekat mau masuk jalan kota meski surat lengkap karena menyalahi peraturan walikota.

Sementara Kasat Lantas, AKP Betty Purwanti SIK melalui Kanit Lalulintas, Ipda Eki mengungkapkan pihaknya mengerahkan sebanyak 22 personel dalam razia gabungan tersebut.

"Target sasaran tetap ada tujuh, diantaranya pengendara tak pakai helm, kelengkapan surat-surat, sabuk pengaman, anak dibawah umur dan lainnya," bebernya.

Sementara Kepala Samsat Pemkot Prabumulih, Feri Munanto mengaku pihaknya sangat senang dengan dilakukan razia gabungan tersebut disebabkan akan memberikan tambahan pendapatan pajak bagi pihaknya.

"Dengan adanya razia gabungan ini pasti ada dampak positifnya bagi Samsat Prabumulih karena pengendara yang mati pajak bisa langsung membayar di tempat setelah disidang, selain itu memberikan shock terapi bagi masyarakat agar ingat dalam menyelesaikan tunggakan pajak kendaraan," bebernya. (eds)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved