Anak Idap Penyakit Langka, Selvi Kitty Menyesal Pernah Lakukan Ini yang Sebabkan Abizard Sakit!

Anak Idap Penyakit Langka, Selvi Kitty Menyesal Pernah Lakukan Ini yang Sebabkan Abizard Sakit!

Tayang:
Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
https://www.instagram.com/selvikitty/?hl=id
Anak Idap Penyakit Langka, Selvi Kitty Menyesal Pernah Lakukan Ini yang Sebabkan Abizard Sakit! 

"Kemarin saja tahap satu Abizard sudah masuk cairan. Kalau telat penangannnya bisa lewat," tutur Selvi Kitty.

Menurut SelviSelvy Kitty, dokter pun belum bisa menemukan pangkal penyebab penyakit yang dialami Abizard.

"Belum tahu dokter juga penyebabnya itu. Cuma bisa disembuhin sementara, tapi bisa muncul lagi," ujar Selvi Kitty.

Maka itu Selvy Kitty sangat menjaga kondisi anak pertamanya yang lahir 18 Februari 2019 lalu.

"Sekarang jangan sampai berdarah, kejedot. Kalau itu terjadi bisa kambuh lagi, makanya sekarang minum kayak obat pengencer darah," tutur Selvi Kitty.

Melansir dari laman hellosehat, penyakit Kawasaki, atau yang juga dikenal dengan istilah mucocutaneous lymph node syndrome, adalah suatu penyakit langka yang menyerang pembuluh darah.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya peradangan pada pembuluh arteri, vena, dan kapiler.

Penyakit ini juga memengaruhi kelenjar getah bening dan fungsi jantung.

Selvy Kitty bersama sang buah hati
Selvy Kitty bersama sang buah hati (Instagram/selvy kitty)

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada bayi dan anak-anak. Selain itu, penyakit Kawasaki merupakan salah satu penyebab utama tingginya kasus penyakit jantung pada anak-anak.

Kemunculan penyakit ini umumnya ditandai dengan demam tinggi, ruam, serta pembengkakan di beberapa bagian tubuh.

Apabila terdeteksi dan ditangani sejak awal, risiko menderita masalah jantung akan menurun dan gejala-gejala yang dialami pun akan semakin membaik.

Namun, hingga saat ini, penyebab kemunculan penyakit ini masih belum diketahui.

Seberapa umumkah penyakit Kawasaki?

 

Penyakit Kawasaki merupakan penyakit yang tergolong langka, tapi sangat serius dan dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani.

Penyakit ini lebih umum ditemukan di negara-negara Asia Timur, seperti Jepang, Korea, dan Taiwan.

Angka kejadian tertinggi penyakit ini terdapat di Jepang, dengan frekuensi 10-20 kali lebih tinggi dibanding negara-negara lainnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved