Modus Bisa Luluskan Penerimaan Bintara di Polda Sumsel, 2 Polisi Ditahan Diduga Terima Uang Rp 5,3 M

nilai gratifikasi yang diterima oleh para tersangka mencapai Rp.5,3 miliar dengan rata-rata uang yang diberikan oleh masing-masing Casis sebesar Rp.25

Modus Bisa Luluskan Penerimaan Bintara di Polda Sumsel, 2 Polisi Ditahan Diduga Terima Uang Rp 5,3 M
Ilustrasi
Dugaan gratifikasi penerimaan Calon Siswa (Casis) Bintara Polri tahun 2016, menyeret oknum polisi di Polda Sumsel. 

Dua Polisi Pangkat Kombes & AKBP di Polda Sumsel Ditahan, Kasus Dugaan Gratifikasi Penerimaan Bintara, Terima Uang Rp 5,3 M

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palembang Asmadi, melalui Kasi Pidsus Kejari Palembang Dede, mengungkapkan, pihaknya sudah menerima berkas pelimpahan kasus dugaan  gratifikasi penerimaan Calon Siswa (Casis) Bintara Polri tahun 2016.

Dede mengungkapkan, selain pelimpahan berkas dua tersangka, masih ada satu orang lagi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun untuk satu tersangka lagi, berkasnya masih dalam tahap P19.

Babak baru, kasus dugaan gratifikasi penerimaan Calon Siswa (Casis) Bintara Polri tahun 2016, menyeret oknum polisi di Polda Sumsel.

Berkas kedua tersangka, sudah diserahkan oleh penyidik Mabes Polri kepada Kejaksaan Agung melalui Kejari Palembang, Selasa (21/1/2020) malam.

Adapun tersangka tersebut yaitu Kombes Pol drg. SP (60) dan AKBP SY (51) yang merupakan anggota polisi di lingkup Mapolda Sumsel.

"Benar bahwa pelimpahan berkas telah dilakukan kemarin dan saat ini kedua tersangka sudah berada di Rumah tahanan Negara Klas 1 A Pakjo Palembang," ujarnya.

"Jadi, selama masa penyelidikan tidak dilakukan penahanan. Setelah berkasnya dinyatakan lengkap, barulah kedua tersangka ini menjalani masa tahanan di mabes polri selama satu minggu dan kemudian dilimpahkan ke kami," ujarnya.

Adapun modus operandi yang dilakukan para tersangka yakni dengan menawarkan kelulusan bagi para Casis Polri di Polda Sumsel pada saat mengikuti tes kesehatan dan psikologi.

Diduga, nilai gratifikasi yang diterima oleh para tersangka mencapai Rp.5,3 miliar dengan rata-rata uang yang diberikan oleh masing-masing Casis sebesar Rp.250 juta sebagai jaminan kelulusan.

"Untuk berapa jumlah korbannya, nanti akan kita ungkap pada saat proses persidangan," ujarnya.

Keduanya di jerat dengan pasal 12 huruf a dan atau Pasal 5 ayat (2) huruf a dan atau pasal 11 dan atau pasal 12 B undang undang nomer 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Undang-undang tersebut sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Untuk selanjutnya kita memiliki waktu maksimal 20 hari kedepan untuk melimpahkan berkas ke pengadilan Tipikor Palembang," ujar Dede.

Editor: Yandi Triansyah
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved