Provinsi Pertama yang Boleh Ekspor Hasil Pertanian, Ini yang Akan Dilakukan Pemprov Sumsel

Pemerintah Provinsi Sumsel resmi ditunjuk sebagai provinsi pertama yang dibolehkan mengekspor hasil pertaniannya sendiri.

handout
Salah satu irigasi di OKU Timur yang mendapat perawatan untuk meningkatkan produktivitas pertanian Sumsel. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumsel resmi ditunjuk sebagai provinsi pertama yang dibolehkan mengekspor hasil pertaniannya sendiri.

Hal ini membuat Pemprov Sumsel terus mengoptimalkan hasil produksi padinya, salah satu hal yang dilakukan untuk menggenjot produktivitas yakni dengan mengoptimalkan jaringan irigasi yang ada di kabupaten/kota di Sumsel.

Terlibat Kasus Oplosan Beras Sejahtera, Kades Ulak Jermun Kecamatan SP Padang OKI Ditahan Polisi

Kabid Rekayasa Teknis PSDA Sumsel, Numeri, mengatakan jaringan irigasi yang berada di bawah kewenangan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumsel mampu mengaliri lebih dari 90 ribu hektar lahan yang ada lahan pertanian di Bumi Sriwijaya.

"Kesemua jaringan telah kami optimalkan sepanjang 2019 ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian," ujarnya, Jumat (17/1/2020).

Numeri menjelaskan, sepanjang tahun 2019 semua proyek irigasi baik perawatan, rehat, serta peningkatan kapasitas telah dilakukan.

Dari total 90 ribu lebih lahan yang dialiri jaringan irigasi, sebanyak 49.509 ha irigasi permukaan, sementara irigasi permukaan 41.541 Ha irigasi rawa.

Diakuinya, irigasi yang menjadi tanggung jawab Pemprov Sumsel dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Sumsel.

Apalagi, sistem irigasi yang selama ini masih mengandalkan siklus musiman, maka debit air untuk pertanian akan lebih meningkat setelah rehabilitasi ini selesai dikerjakan.

UPDATE Banjir Bandang di Mulak Sebingkai Lahat: 8 Rumah Hanyut, 4 Irigasi Jebol, 1 Mushollah Hancur

"Selain menjaga kualitas, jaringan irigasi kami juga memastikan pasokan airnya tetap terjaga dengan baik," jelas Numeri.

Kendati irigasi sangat optimal dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Sumsel, namun pada tahun ini pihaknya belum berencana menambahkan jaringan irigasi baru.

Pasalnya, PSDA Sumsel belum menemukan akses air yang bisa dialirkan ke jaringan irigasi.

"Memang masih diperlukan penambahan jaringan irigasi baru. Tetapi, kita terkendala akses air untuk mengalirinya.

Itulah sebab kami terus melakukan studi dan survei kemungkinan daerah mana yang bisa ditambah jaringan irigasi baru," ungkapnya.

Ket foto: Salah satu irigasi di OKU Timur yang mendapat perawatan untuk meningkatkan produktivitas pertanian Sumsel.

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved