Berita Palembang

Tukang Parkir di Palembang Ini Lakukan Pungli dengan Jual Nama Anggota Polda Sumsel, Begini Aksi!

Tukang Parkir di Palembang Ini Lakukan Pungli dengan Jual Nama Anggota Polda Sumsel, Begini Aksi!

Tukang Parkir di Palembang Ini Lakukan Pungli dengan Jual Nama Anggota Polda Sumsel, Begini Aksi!
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Tukang Parkir di Palembang Ini Lakukan Pungli dengan Jual Nama Anggota Polda Sumsel, Begini Aksi! 
Laporan wartawan Sripoku.com, Andi Wijaya
Tukang Parkir di Palembang Ini Lakukan Pungli
 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Lantaran ulahnya diduga melakukan aksi pungli, Agus Tomi hanya bisa terdiam dan menundukan kepalanya saat diserahkan anggota Polda Sumsul ke SPKT (Sentra Pelayanan Polisian Terpadu) Polrestabes Palembang, Sabtu (11/1/2020), sekitar pukul 17.48. 
Dimana diketahui, pemuda berumur 21 tahun ini diduga melakukan aksi pungli yang videonya viral di Ig (Intagram), dikawasan pakiran Monpera, pada 7 Januari 2020, lalu.
Dalam adegan video yang berdurasi 34 detik , terlhat Agus memaksa seorang pengendara mobil untuk membayar parkir diluar ketentuan. 
Selain itu, Agus berani menjual dan menyebutkan nama seorang anggota Dit Interlakm Polda Sumsel, Bernama Aipda A, agar pengendara tersebut takut dan membayar tarif yang dimintanya. 
" Dalam melancarkan aksnya, bersangkutan ini (Agus-red), mengaku mematok tarif parkir yang tinggi karena harus setor ke anggota Polda Sumsel. Padahal sama sekali itu tidak benar," Ungkap Aipda A yang menangkap langsung Agus dan menyerahkannya ke Polrestabes Palembang, Sabtu (11/1/2020).
Lanjut A, pelaku Agus, sudah melakukan pencemaran nama baik Institusi Polda Sumsel dalam melakukan aksi punglinya. " pengakuan Agus tidak benar, apalagi mengatakan harus setor uang parkir ke anggota polda Sumsel, Itu tidak benar," kata A kembali. 
Sedangkan Agus, mengakui perbuatannya, saat melakukan 
Sementara Agus mengakui perbuatannya dan mengaku bersalah. Dimana saat itu ia sedang dalam pengaruh minuman keras.
"Saya mengaku salah pak, dan memang saya yang ada di video viral itu. Saya sebenarnya tidak kenal dengan anggota polisi yang saya sebut waktu memalak warga karena saya waktu itu mabuk," ungkapnya. 
Sementara, Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan laporan pungli dengan pencatutan nama institusi kepolisian ini."Laporan sudah kami terima dan kami masih memeriksa pelaku, guna penyelidikan lebih lanjut," ungkap Heri singkat.
Penulis: Andi Wijaya
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved