Berita PALI

Buntut dari Atap Kanopi Bangunan Pasar Melayang, Kejari PALI Tetapkan Empat Orang Tersangka

Setelah beberapa kali dilakukan penyelidikan serta pemeriksaan, ditemukan kerugian negara sekitar Rp 1 Milyar dari proyek bangunan pasar.

Buntut dari Atap Kanopi Bangunan Pasar Melayang, Kejari PALI Tetapkan Empat Orang Tersangka
SRIPOKU.COM/Reigan Riangga
Bangunan Pasar yang terletak di Desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten PALI nampak belum rampung dikerjakan. 

Laporan wartawan sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALI -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menetapkan empat (4) tersangka kasus proyek bangunan pasar Tahun 2017 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 1 Miliar, Selasa (8/1/2020).

Dari keempat tersangka yang ditetapkan pihak Kejari PALI tersebut, tiga (3) diantaranya dari pihak swasta dan satu dari petugas Kementrian Desa.

Kepala Kejari PALI, Marcos Marudut Simare mare mengatakan, bahwa bangunan pasar yang terletak di Desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten PALI ini masih tahap pengerjaan.

Meski begitu, pada tanggal 22 oktober 2017 atap atau kanopi dari pasar tersebut sempat roboh diterpa angin kencang, karena kontruksi bangunan tidak sesuai dengan perencanaan.

Setelah beberapa kali dilakukan penyelidikan serta pemeriksaan, ditemukan kerugian negara sekitar Rp 1 Milyar, dari proyek pembangunan pasar.

Ia mengaku pihaknya bakal mengusut tuntas walaupun pihak pelaksana kala itu telah berupaya memperbaikinya.

Kuasa Hukum Polda Sumsel dan Wakil Bupati OKUSama-sama Ajukan Barang Bukti di Sidang Praperadilan

Jalan Karya Baru Macan Lindungan IB I Palembang Memerlukan Penerangan Jalan, Ajukan Usulan

Polsek Sungai Rotan Muaraenim Tangkap Pencuri Plat Rambu Milik Pertamina Asset 2 Field Adera

"Ada tiga tersangka dari kalangan swasta, berinisial D, T dan Y. Satu tersangka lain berinisial A dari Kementerian Desa. Dua tersangka sudah kami periksa, dan dua tersangka lain menyusul," ungkap Marcos M Simaremare, Kepala Kejari PALI, Selasa (7/1/2020).

Menurut Marcos, dasar penetapan tersangka terhadap empat orang tersebut karena pihaknya menemukan rendahnya kualitas pekerjaan sehingga atap bangunan pasar terbang ketika diterpa angin.

"Ada ketidaksesuaian antara perencanaan dan hasil pekerjaan, mengakibatkan kualitas bangunan rendah," tukasnya.

Dalam hal ini, diakuinya bahwa tersangka belum ditahan karena masih proses pemeriksaan.

"Pengembalian kerugian negara serta penahanan tersangka menunggu selesai proses pemeriksaan. Namun yang pasti, kita akan tuntaskan kasus ini," tandasnya.

Diketahui meski bangunan pasar Air Itam saat ini sudah diperbaiki, namun dari pantauan di lapangan, bangunan yang menelan anggaran milyaran rupiah itu belum juga dipergunakan.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved