Susul Suami ke Penjara Atas Kasus Curanmor, Wulandari Dibekuk Saat Lagi Tidur Pulas

Dianggap kerjasama dengan suaminya, Wulandari diamankan aparat kepolisian atas kasus curanmor.

Susul Suami ke Penjara Atas Kasus Curanmor, Wulandari Dibekuk Saat Lagi Tidur Pulas
sripoku.com/andyka wijaya
Wulandari (duduk) ketika diamankan aparat kepolisian lantaran diduga terlibat aksi pencurian motor bersama suaminya. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wulandari (25), saat tertidur lelap di rumahnya Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus Palembang Sabtu (4/1/2020) sekitar pukul 03.00, didatangi anggota Unit Pidana Umum (Pidum) Polrestabes Palembang.

Kedatangan Unit Pidum yang dipimpin langsung oleh Kasubnit Pidum, Ipda Andrian tersebut untuk mengamankan Wulandari lantaran terlibat membantu aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sang suaminya Karnedi (30) warga Jalan Rama II, Kelurahan Alang-Alang Lebar Palembang.

Pengakuan Pelaku Curanmor Pemilik Tato Doraemon Pasca Tembak Seorang Anggota Polisi di Silaberanti

Kasat Reserse Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kanit Pidum, Iptu Ginting membenarkan kalau anggotanya telah menangkap pelaku curanmor Wulandari.

Dimana sebelumnya suami pelaku sudah tertangkap terlebih dahulu.

"Pelaku Wulandari ini sudah lama kita cari lantaran pasca kejadian pelaku kabur dan berhasil diamankan pelaku di rumahnya daerah Gandus Palembang.

Sebelum mengamankan pelaku Wulandari, anggota kita sudah terlebih dahulu mengamankan sang suami, Karnedi,"ungkapnya, Senin (6/1/2020).

Dimana, diketahui kejadian aksi curanmor ini terjadi pada 5 November 2018 lalu sekitar pukul 19.30 di Jalan Rama IV, Kelurahan Alang-Alang Lebar Palembang.

"Informasi yang kita dapatkan, waktu itu korban Dedi Andrian (35) memarkirkan satu unit sepeda motor Yamaha NMAX Nopol BG 5156 ACC," katanya.

Kemudian datang pelaku Wulandari bersama dengan pelaku Karnedi (Sedang menjalani hukuman) dengan mengendarai sepeda motor Honda BeAT.

Coba Berlari, Tersangka Curanmor di Lawang Kidul Muaraenim Ini Dilumpuhkan dengan Timah Panas

Lantas pelaku Karnedi (sedang menjalani hukuman) mengambil sepeda motor milik korban sedangkan pelaku Wulandari menunggu di atas sepeda motor dan setelah pelaku Karnedi (Sedang menjalani hukuman) mendapatkan sepeda motor langsung melarikan diri bersama pelaku Wulandari.

"Atas laporan korban dengan Laporan Polisi Nomor : LP / B-1839 / XI / 2018 / Sumsel / Resta.Plg / Sek.Skrm, tanggal 07 November 2018, anggota kita melakukan penyelidikan dan penyidikan dan berhasil mengamankan pelaku Wulandari di rumahnya," ungkapnya.

Kemudian pelaku Wulandari digiring ke Polrestabes Palembang, sementara untuk barang bukti yang diamankan Kunci letter T, empat potongan besi yang diruncingkan, satu lembar STNK Nmax, satu unit motor Yamaha Nmax BG 5156 ACC yang disita dalam perkara pelaku Karnedi.

Sedangkan, pelaku Wulandari mengakui perbuatannya dalam membantu aksi curanmor sang suami Karnedi dengan bagian yang didapatkan Rp5,5 juta dari penjualan motor Yamaha NMax.

"Benar saya membantu suami pak, tapi saya cuma melihat kondisi sekitar dan dia melakukan eksekusinya, kemudian dia memberikan uang Rp5,5 juta kepada saya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga," tutupnya.

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved