Berita PALI

Tahun 2020 Tenaga Honorer di Kabupaten PALI Harus Sarjana, Dibayar Per Kehadiran

Mulai tahun 2020 tenaga honorer khususnya guru baik SD dan SMP di PALI ditekankan harus lulusan sarjana.

Tahun 2020 Tenaga Honorer di Kabupaten PALI Harus Sarjana, Dibayar Per Kehadiran
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) PALI Kamriadi tahun 2020 diharuskan lulusan sarjana dan dibayar sesuai kehadiran 

Tahun 2020 Tenaga Honorer di Kabupaten PALI Harus Sarjana, Dibayar Per Kehadiran

SRIPOKU.COM, PALI -- Mulai tahun 2020 tenaga honorer khususnya guru baik Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ditekankan harus lulusan sarjana.

Demikian diungkapkan, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten PALI, Kamriadi, Minggu (29/12/2019).

Menurut Kamriadi, tenaga honorer khususnya guru dengan adanya kebijakan tersebut untuk bertujuan meningkatkan kualitas tenaga pengajar di Bumi Serepat Serasan.

Ketentuan sebagai pengajar SD dan SMP, jelasnya, akan ditekankan agar tenaga honorer khususnya guru minimal tamatan S1 atau lulusan sarjana, sementara untuk PAUD ada ketentuan khusus, biasanya disertakan pengalaman atau sertifikat lainnya.

Suasana Haru Pemakaman Ruslan Sani Driver Taksi Online yang Tewas Setelah Jadi Korban Perampokan

Plt Bupati Muaraenim Juarsah Perintahkan Tangkap Harimau Hidup atau Mati, Ini Respon BKSDA

Oknum ASN di Lubuklinggau Jadi Penadah Burung Merpati Curian

Berbeda dengan lulusan sarjana untuk yang lulusan SMA, lanjut Kamriadi, ia menyarankan agar yang bersangkutan mengisi posisi disekolah selain mengajar.

"Bisa mengisi Tata Usaha, penjaga sekolah atau tenaga kebersihan." katanya.

"Ketentuan tenaga pengajar harus lulusan sarjana juga berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 3 tahun 2019, dimana menyebutkan tenaga pengajar yang bisa dibayar honornya melalui dana BOS harus berijazah S1," terangnya menambahkan.

Selain itu, jelas dia, tenaga honorer transport untuk tenaga pengajar non PNS sejak Juli sampai Desember 2019 dibayar setiap kehadiran.

"Kalau kita bayar per kehadiran selain meningkatkan disiplin tenaga pengajar non PNS juga memicu semangat para tenaga honorer dalam hal ini guru. Untuk besaran honor transport, ditetapkan Rp 30.000/kehadiran." ujarnya.

Pembayaran transport tahun 2019 diakui Kamriadi telah selesai disalurkan ke masing-masing rekening guru non PNS.

"Telah selesai semua dibayarkan. Penerima ada 3.172 tenaga pengajar non PNS. Intinya sesuai program pak Bupati, kita akan terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honorer agar dunia pendidikan di PALI bisa berkualitas, mampu bersaing dan bermartabat," ujarnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved