Oknum ASN di Lubuklinggau Jadi Penadah Burung Merpati Curian

Seorang oknum ASN di Lubuklinggau diamankan Unit Rreskrim Polsek Lubuklinggau Utara karena menjadi penadah burung merpati hasil curian.

handout
Tersangka DS saat diamankan di Polsek Lubuklinggau Utara. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - DS (37 tahun) Apatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau harus menjalani hari-harinya di sel tahanan. Warga Jl Bengawan Solo RT 07 No 32 Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara 2 ini diamankan Unit Rreskrim Polsek Lubuklinggau Utara karena menjadi penadah burung merpati hasil curian.

Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP Harison Manik, mengatakan tersangka ditangkap setelah dilaporkan oleh Josep (42 Tahun), warga Jl Jendral Sudirman RT 02 No 20 Kelurahan Pasar Permiri Kecamatan Lubuklinggau Barat 2.

"Perbuatan jahat tersangka ini baru diketahui korban pada hari Minggu tanggal (24/11/2019) lalu sekira pukul 11.00 WIB," kata Harison pada wartawan, Minggu (29/12/2019).

Kronologi Tewasnya Seorang Pelaku Begal di Griya Asri Gandus Palembang

Harison menjelaskan, kronologi kejadiannya pada tahun 2016 lalu tersangka DS membeli burung merpati lomba milik korban dari tersangka Sumarno.

Sumarno merupakan karyawan korban (sudah tertangkap), Sumarno mencuri burung merpati balap itu dari kandang korban di Jl. Rambutan Lintas, Kelurahan Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara 2.

"Tersangka Sumarno mengambil 10 ekor burung dari berbagai jenis, kemudian menjualnya kepada DS dengan harga bervariasi, mulai dari harga Rp.200 - Rp.800 Ribu," paparnya.

Setelah mengetahui burung merpati yang dibelinya dari Sumarno tersebut adalah hasil curiannya, DS malah tidak mengembalikannya kepada korban.

Empat ASN di Muratara Positif Narkoba, Begini Nasib Mereka

Bahkan, DS beralasan burungnya yang dibelinya itu sudah terbang, hilang dicuri orang.

Padahal burung-burung itu bukan hilang melainkan sebagian dijualnya kepada orang lain.

"Dalam kasus ini korban mengalami kerugian 29 ekor Burung Merpati lomba dengan jumlah kerugian ditafsirkan memcapai Rp.20 Juta," ujar Harison.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi dan tersangka Sumarno mengakui bahwa sebagian burung merpati lomba hasil curiannya telah dijualnya dengan DS.

Akhirnya pada hari Kamis tanggal 26/12) lalu Kanit Reskrim Aiptu Arahmanu mengadakan pendekatan secara persuasif kepada DS dengan diajak ke Polsek Lubuklinggau Utara untuk dilakukan pemeriksaan.

13 Penumpang Bus Sriwijaya yang Selamat Berada di RSUD Besemah Pagaralam, Berikut Ini Identitasnya!

"DS mengakui perbuatannya telah membeli 10 ekor burung merpati burung lomba hasil curian itu, selanjutnya DS dilakukan penahanan di sel tahanan Mapolsek Lubuklinggau Utara untuk proses penyidikan," ungkapnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved