Breaking News:

Wagub Sumsel Desak BPOM Proaktif Awasi Kelayakan Jajanan Anak di Sekolah

Wagub menghimbau pihak sekolah yang ada di Palembang dan Kabupaten/kota lainnya untuk mengundang BPOM guna memeriksa layak tidaknya jajanan di sekolah

Humas Pemrov Sumsel
- Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya membuka Workshop Monitoring dan Evaluasi Program Intervensi Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (Money PJAS) Provinsi Sumsel berlangsung di Hotel Wyndham Jakabaring Palembang, Rabu (18/12). 

SRIPOKU.COM,PALEMBANG- Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya membuka Workshop Monitoring dan Evaluasi Program Intervensi Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (Money PJAS) Provinsi Sumsel berlangsung di Hotel Wyndham Palembang, Rabu (18/12).

Wagub mengatakan, pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang berperan penting dalam pemenuhan gizi dan peningkatan kesehatan masyarakat termasuk Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) harus memenuhi persyaratan keamanan pangan untuk di komsumsi.

Wagub Desak BPOM Proaktif  Awasi Kelayakan Jajanan Anak di Sekolah
Wagub Desak BPOM Proaktif Awasi Kelayakan Jajanan Anak di Sekolah (Humas Pemrov Sumsel)

Dia menghimbau pihak sekolah yang ada di Palembang dan Kabupaten/kota lainnya untuk mengundang BPOM guna memeriksa layak tidaknya jajanan di sekolah di konsumsi anak-anak.

"BPOM sudah menyiapkan mobil laboratorim untuk memfasilitasi ini bahkan dengan cara itu bisa mengawasi secara langsung demi kesehatan anak-anak sekolah," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pom (BPOM) Palembang, Hardaningsih mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi implementasi, introvensi dalam kemanan PJAS didaerah selanjutnya direkomendasi sebagai umpan balik bagi keberlangsungan program PJAS di sekolah.

Wagub Desak BPOM Proaktif  Awasi Kelayakan Jajanan Anak di Sekolah
Wagub Desak BPOM Proaktif Awasi Kelayakan Jajanan Anak di Sekolah (Humas Pemrov Sumsel)

"Program introvensi PJAS merupakan proyek prioritas nasional yang pencapaian targetnya dilaporkan setiap 3 bulan sekali kepada Kantor Staf Presiden,"katanya.

Dia menambahkan, kegiatan ini pelaksanaan ditahun pertama pada tahun 2019 dengan target sekolah yang di introvensi sebanyak 989 sekolah yang tersebar di Kabupaten/Kota di Sumsel.

Dia menyebutkan tujuannya untuk tersosialisasi capaian introvensi pangan PJAS di Provinsi Sumsel, berikut mengevaluasi, interovensi keamanan PJAS yang sudah dilakukan serta rencana tindak lanjut program interovensi jajanan anak sekolah .

"Kami berharap program ini tidak berhenti di tahun 2019 tetapi dapat terus berlanjut secara berkesinambangungan sehingga keamanan pangan diseluruh sekolah di Sumsel dapat terlindungi dari pangan jajanan yang tidak aman," katanya. (ril humas)

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved