Sabu dan Ekstasi dari Malaysia

Sumsel Masih Target Favorit Peredaran Narkoba dari Luar Negeri, Ini Alasannya

Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan, mengatakan Sumatera Selatan termasuk salah satu provinsi yang dijadikan target peredaran narkoba.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/andyka wijaya
Tiga tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu dan ekstasi ketika diinterogasi petugas BNNP Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Lagi, narkoba yang diduga asal Malaysia akan didatangkan ke Sumsel. Kali ini, 32 kiogram sabu dan 32 ribu butir ekstasi berhasil disita BNNP Sumsel dari tangan dua orang kurir.

Selain itu, petugas juga mengamankan seseorang yang diduga akan menerima paket tersebut dari dua kurir yang diamankan tadi.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan, mengatakan Sumatera Selatan termasuk salah satu provinsi yang dijadikan target peredaran narkoba.

"Narkoba dari luar negeri, terutama Malaysia, masih saja masuk ke tempat kita. Tahun ini saja, misalnya untuk narkotika jenis sabu, kami berhasil mengamankan total 165 kilogram sabu. Meningkat jauh dibanding tahun 2018, di mana kami mengamankan sebanyak 34 kilogram sabu," jelas Jhon kepada wartawan di Markas BNNP Sumsel, Jakabaring, Senin (16/12/2019).

Dalih Kurir Sabu dan Ekstasi Asal Malaysia, Upah Rp 45 Juta Digunakan untuk Panti Asuhan

Dijelaskan jenderal bintang dua itu, narkotika dari luar negeri kebanyakan berasal dari Malaysia.

Jaringan narkoba internasional pun memanfaatkan letak geografis dan akses yang cukup mudah antara Malaysia dan Pulau Sumatera, dalam mengedarkan narkoba

"Malaysia, Batam hingga ke Sumsel kan dekat," kata Jhon.

Dengan kemudahan akses itulah, narkoba dari negeri jiran masuk ke Indonesia, khususnya Sumatera Selatan melalui jalur darat dan laut.

"Kalau dari jalur darat, setelah lewat Pulau Batam dan menyeberang ke Provinsi Riau, peredaran narkoba secara estafet melalui Provinsi Jambi dan tiba di Sumsel. Para kurir terkadang bersiap di setiap provinsi hingga narkoba sampai ke Sumsel," ungkap Jhon.

Raih Juara di BWF World Tour Finals 2019, Kento Momota Berhasil Patahkan Rekor Legenda Malaysia

"Sedangkan kalau lewat jalur laut, narkoba didistribusikan juga melalui Pulau Batam, menyusuri perairan di pantai timur Sumatera hingga ke Selat Bangka. Seperti kurir narkoba hasil tangkapan TNI AL di Perairan Sungai Lais, Banyuasin, pada 28 Oktober lalu. Itu narkoba 79 kilogram dari Malaysia juga, kurirnya nelayan," papar Jhon.

Khusus jalur laut, peredaran narkoba memanfaatkan kapal tunda dan kapal nelayan yang menjemput narkoba di tempat-tempat, dermaga maupun pelabuhan tertentu.

"Kalau jalur laut, dia (peredaran narkoba) ship to ship (dari kapal ke kapal). Makanya BNN melibatkan banyak pihak, di antaranya TNI AL dan Bea Cukai," kata Jhon.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved