Berita Palembang

Dari 110 Ribu Kuota Rumah Subsidi Tahun 2020 Masih Tersisa 87 Ribu Unit, Ini Tanggapan DPD REI

Kuota rumah subsidi tahun 2020 hanya 110 ribu unit itupun masih tersisa hanya 87 ribu rumah saja, hal ini mengancam keberlangsungan pengembang.

Dari 110 Ribu Kuota Rumah Subsidi Tahun 2020 Masih Tersisa 87 Ribu Unit, Ini Tanggapan DPD REI
TRIBUN SUMSEL.COM/HARTATI
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumsel, Bagus Pranajaya Salam 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumsel, Bagus Pranajaya Salam, mengatakan prospek rumah subsidi tahun 2020 makin minim karena setiap tahun kuota rumah subsidi semakin sedikit.

Tahun ini saja kuota rumah subsidi sudah habis sebelum akhir tahun. Bahkan 3000 rumah belum bisa akad kredit hingga akhir tahun karena kuota yang ada sudah habis.

Kucuran dana dari pemerintah pusat Rp 2 triliun untuk menambah dana subsidi rumah murah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang bakal ditalangi oleh Bank Tabungan Negara (BTN) juga dikatakannya hingga kini belum jelas berapa peruntukannya.

Bagus mengatakan setiap tahun kuota rumah subsidi semakin minim. Tahun 2017-2018 diberi jatah 160 ribu rumah secara nasional dan tahun 2019 mendapat kuota 130 rumah secara nasional.

Bahkan tahun 2020 kuota rumah subsidi hanya 110 ribu rumah tapi tersisa hanya 87 ribu rumah saja.

Bagus mengatakan belum tahu berapa kuota yang bakal didapat Sumsel jika hanya 87 ribu rumah yang tersisa tahun depan.

BPH Migas Endus Adanya Kecurangan Distribusi BBM Subsidi di Sumsel, Over Kuota Indikasinya

BREAKING NEWS Pelajar yang Sempat Diduga Dalang Teror Isu Bom di Komplek Sederhana Dibebaskan

Viral Pesan Terakhirnya di Fb, Si Cantik Terimakasih Laia Tewas Mengenaskan, Ini Wajah Pelaku

"Kita berharap pemerintah bisa membuat kebijakan baru menambah kuota rumah subsidi karena jika kondisinya terus turun bisa mengancam keberlangsungan pengembangan dan usaha turunannya," ujarnya, Rabu (11/12/21019).

Ada banyak usaha turunan atau pihak yang terlibat di bisnis pengembangan ini seperti pekerja bangunan, toko bangunan, dan lainnya yang juga bakal terancam.

Bahkan perbankan juga was-was karena kredit konstruksi yang diberikan khawatir tidak bisa dibayar pengembang karena nyaris semua pengembang komersil juga kini ikut berkecimpung di rumah subsidi.

Untuk mendorong agar pemerintah membuka kran kuota rumah subsidi lebih banyak juga sudah meminta agar anggota DPR RI asal Sumsel yang berkecimpung di komisi V juga ikut menyuarakan agar bisa mengubah kebijakan penetapan kuota rumah subsidi tahun depan.

"Saat ini pengembang mengerem kecepatan produksi rumah karena kondisi serupa bukan cuma dialami di Sumsel saja tapi juga oleh pengembang di seluruh tanah air," ujarnya. (TS/Hartati)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved