BPH Migas Endus Adanya Kecurangan Distribusi BBM Subsidi di Sumsel, Over Kuota Indikasinya

Anggota Komite BPH Migas, Ahmad Rizal mengatakan sejumlah daerah di Sumsel penyaluran BBM bersubsidi khususnya solar sudah over kuota.

BPH Migas Endus Adanya Kecurangan Distribusi BBM Subsidi di Sumsel, Over Kuota Indikasinya
tribunsumsel.com/hartati
Anggota Komite BPH Migas, Ahmad Rizal berdiskusi mengatasi penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran bersama manager sales Pertamina MOR II. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH) Migas akan membentuk Tim satgas dan posko pemantauan penyaluran BBM bersubsidi 18 Desember hingga 8 Januari 2020 mendatang. Hal ini dilakukan untuk memastikan pasokan BBM aman menjelang akhir dan awal tahun serta memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.

Anggota Komite BPH Migas, Ahmad Rizal mengatakan sejumlah daerah di Sumsel penyaluran BBM bersubsidi khususnya solar sudah over kuota. Tercatat empat kabupaten kota di Sumsel yang over yakni Palembang, Muara Enim, Lahat dan Banyuasin.

Lewatkan Antrean Warga saat Mengisi BBM, Petugas SPBU Meregang Nyawa Dihujani Tusukan Pemuda Mabuk

Muara Enim menempati daerah dengan jumlah solar subsidi over terbanyak yakni 20 persen dari kuota yang diberikan. Muara Enim memperoleh kuota solar subsidi 47,036 Kilo Liter (KL) tapi hingga kini konsumsi solar subsidi 56,800 KL.

Sementara itu Lahat over kuota solar subsidi dua persen kuota yang diberikan yakni 24.024 KL tapi realisasi konsumsinya 24.518 KL.

Sementara itu Palembang over solar subsidi persen atau menjadi 103,66 persen dari kuota yang ditetapkan yakni 157.626 KL dan realisasi pemakaian 163.402,65 KL.

Sementara itu Banyuasin over penggunaan solar subsidi tujuh persen dari kuota 65.632 KL tapi realisasinya   70.468,6 KL.

Minyak Oplosan Diduga Mulai Beredar di Pagaralam, Kendaraan Sering Macet Usai Isi BBM

Secara keseluruhan kuota penyaluran solar subsidi Sumsel masih aman belum over karena ada sejumlah kabupaten kota yang penggunanya solar subsidi sesuai kuotanya.

Sumsel mendapat kuota solar subsidi 554, 892 KL dan realisasi penggunanya   524,741,2 KL atau 94,57 persen.

Rizal menyoroti over kuota solar subsidi diduga digunakan oleh konsumen pengguna yang digunakan untuk operasional bisnis tapi justru menggunakan solar subsidi.

Seharusnya BBM subsidi hanya digunakan khusus untuk operasional rakyat bawah bukan digunakan untuk mendukung keuntungan operasional perusahaan.

Nyimas Nurafni Oktavi Terkejut Raih Honda Genio dari Undian Program Isi BBM, Astra Motor Sumsel

"Dugaan penyalagunaan ini dilakukan PT KAI menggunakan soalr subsidi untuk mengangkut bisnis perusahaan asing. Jika sampai kita berikan teguran, ingatkan tapi tetap saja masih beroperasi maka kereta yang digunakan untuk mengangkut bisnis perusahaan asing itu akan kita kandangkan karena kini BPH Migas punya kewenangan melakukannya," ujarnya, Rabu (11/12/2019).

Sebagai wong Palembang asli, Rizal tidak rela BBM subsidi yang seharusnya digunakan untuk rakyat justru dinikmati perusahaan asing.

Dia mengajak masyarakat bersama-sama mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar jangan sampai ada hak rakyat justru digunakan untuk kepentingan bisnis asing.

Sementara itu Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti hingga berita ini diturunkan mengatakan masih akan berkoordinasi secara internal.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved