Berita Pagaralam

Minyak Oplosan Diduga Mulai Beredar di Pagaralam, Kendaraan Sering Macet Usai Isi BBM

Warga Kota Pagaralam mulai memgeluhkan adanya praktek pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium oleh oknum tidak bertanggung jawab

Minyak Oplosan Diduga Mulai Beredar di Pagaralam, Kendaraan Sering Macet Usai Isi BBM
ISTIMEWA
Ilustrasi minyak oplosan / Minyak Oplosan Diduga Mulai Beredar di Pagaralam, Kendaraan Sering Macet Usai Isi BBM 

Minyak Oplosan Diduga Mulai Beredar di Pagaralam, Kendaraan Sering Macet Usai Isi BBM

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Saat ini warga Kota Pagaralam mulai memgeluhkan adanya praktek pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Isu adanya praktek pengoplosan BBM ini beredar disebabkan sudah adanya korban warga yang mengisi BBM jenis Premium disalah satu penjual BBM eceran. Usai mengisi BBM motor miliknya tidak bisa jalan dan macet.

Informasi yang dihimpun sripoku.com, Minggu (6/10/2019) menyebutkan, bahwa sudah banyak korban kendaraan warga terutama roda dua yang rusak saat tidak sengaja terisi dengan BBM oplosan tersebut.

Isman (50) salah satu warga Pagaralam mengatakan, motor miliknya usai membeli BBM disalah satu penjual eceran di Pagaralam rusak, motor miliknya tidak kuat menanjak usai mengisi BBM tersebut.

Prihal Pisang, Empat Jari Kaki Warga Batu Belang Muaradua OKU Selatan Ini Putus Dibacok

BPJS Tak Kunjung Bayar Hutang Tagihan, RS HM Rabain Muaraenim Terancam Tutup

Jelang Porprov Sumsel 2019 di Prabumulih, KONI Ogan Ilir Akan Seleksi Atlet Melalui Tes Fisik

"Motor saya tadi mogok usai mengisi minyak disalah satu penjual eceran. Saya duga minyak yang saya beli tadi bercampur minyak mentah atau oplosan," katanya.

Selama ini warga hanya mendengar berita jika sudah ada minyak oplosan yang masuk disejumlah daerah di Sumsel. Namun sepertinya minyak oplosan tersebut sudah mulai masuk ke Pagaralam.

"Kami pikir daerah kita tidak ada minyak tersebut. Namun diduga saat ini mulai masuk sebab sudah banyak kendaraan yang jadi korban," ujarnya.

Sunar (54) warga lainnya meminta hal ini bisa ditindaklanjuti oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam. Pasalnya fungsi pemerintah yaitu mendengar permasalahan masyarakat.

"Pemerintah yang harus cepat tanggap akan keluhan masyarakat ini. Pasalnya jika tidak ada pengawasan maka akan membuat warga sudah karena harus memperbaikki kendaraan mereka jika menjadi korban minyak oplosan tersebut," pintanya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved