Berita Muaraenim

BPJS Tak Kunjung Bayar Hutang Tagihan, RS HM Rabain Muaraenim Terancam Tutup

Rumah Sakit HM Rabain Muaraenim terancam bangkrut, pasalnya hingga saat ini BPJS Kesehatan belum membayar hutang tagihan klaim BPJS ke RS HM Rabain Mu

BPJS Tak Kunjung Bayar Hutang Tagihan, RS HM Rabain Muaraenim Terancam Tutup
Tribunsumsel.com, Ika Anggraeni
Direktur RS HM Rabain Muaraenim, dr Yan Riyadi MARS 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM- Rumah Sakit HM Rabain Muaraenim terancam bangkrut, pasalnya hingga saat ini BPJS Kesehatan belum membayar hutang tagihan klaim BPJS ke RS HM Rabain Muaraenim diatas Rp 30 Milyar, Minggu, (6/9/2019).

Adanya tunggakan BPJS ke RS HM Rabain tersebut pun dibenarkan oleh Direktur RS HM Rabain, dr Yan Riyadi MARS saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com.

" Tunggakan tersebut sejak bulan April, Mei, Juni, Juli, dan Agustus, namun yang sudah diverifikasi dan katanya siap bayar baru bulan April dan Mei, namun sampai sekarang belum di bayar juga, katanya masih menunggu dana dari pusat, sementara untuk bulan Juni, Juli, dan Agustus harus di verifikasi dulu," katanya.

Dikatakan oleh Yan, bahwa adapun tunggakan BPJS tersebut setiap bulannya ada dikisaran Rp 6 - Rp 8 Milyar perbulan.

" karena adanya tunggakan tersebut tentu saja berdampak pada pembayaran uang jasa khusus pelayanan BPJS untuk tenaga medis, seperti dokter, perawat dan yang lainnya, dimana Besar uang jasa yang diberikan 45 persen dari tagihan," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa jika ini tidak segera dicarikan solusi dan tidak ada sumber dana lainnya, Kas RS HM Rabain hanya mampu bertahan selama dua hingga tiga bulan kedepan.

" Itupun belum termasuk biaya obat-obatan, kalau tidak ada solusinya bisa RS HM Rabain ini tutup,karena tidak ada anggaran lagi,"jelasnya.

Terkait masalah ini lanjutnya pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak BPJS yang belum mampu membayar claim untuk mencarikan solusi.

" Yakni dengan cara menganjurkan kita pinjamke bank yang telah berkerjasama dengan BPJS, sampai saat ini kita baru menjajaki dua bank dulu yakni BRI dan Mandiri Syariah, dan terkait bunga banknya, kita berharap itu nantinya dibayarkan oleh pihak BPJS, dan nanti jika uang dari pusat telah cair itu yang akan dibayarkan ke bank," jelansnya.

Pihaknya berharap agar seluruh tunggakan tersebut dapat segera dibayarkan oleh pihak BPJS.

Halaman
12
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved