Mengenal Budaya Nayuh Marga Ranau, Menjadi Rutinitas Acara Syukuran yang Eksis Sampai Sekarang
Sejak dulu hingga saat ini, udaya membakar ikan atau dikenal dengan sebutan Nayuh masih menjadi rutinitas Marga Ranau Kabupaten OKU Selatan.
Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Refly Permana
Laporan Wartawan Sripoku.com Alan Nopriansyah
SRIPOKU.COM, MUARADUA - Sejak dulu hingga saat ini, udaya membakar ikan atau dikenal dengan sebutan Nayuh masih menjadi rutinitas Marga Ranau Kabupaten OKU Selatan. Di berbagai acara, rutinitas ini masih saja dilakukan.
Budaya Nayuh dilakuakan warga secara bergotong-royong pada acara syukuran seperti khitanan, pesta pernikahan, atau syukuran menghuni rumah baru yang diselenggarakan oleh ahli rumah.
• Kala Modernisasi Budaya Membunuh Ladang Uang Nelayan di OKI dan Mencemari Udara
"Acara seperti ini biasanye dalam rangka untuk pesta pernikahan, syukuran khitanan, syukuran pernikahan atau syukuran menghuni rumah baru,"ungkap Aryo penduduk setempat saat melakukan Budaya tersebut di Desa Gedung Baru Kecamatan BPRRT, Selasa (10/12/2019).
Budaya Nayuh diadakan warga dalam sebuah acara pada momen gembira sudah merupakan menu wajib untuk menjamu para tamu undangan melalui hidangan makan besar dengan menghidangkan ikan bakar Mujair khas Ranau.
Belum lama ini warga setempat kembali melakukan budaya Nayuh yang diadakan oleh tuan rumah sebagai syukuran menghuni rumah baru atau yang biasa disebut warga Ranau 'Bediom' dilakukan di Desa Gedung Baru Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT).
• Gubernur Sumsel Apresiasi Terbentuknya Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia, Apa Itu?
"Hari kita kembali melakukan Nayuh ikan karena syukuran menghuni rumah baru atau disebut bediom," tambahnya.
Pada acara syukuran biasanya warga membantu ahli rumah secara bahu-membahu persiapan hingga melakukan bakar ikan untuk disajikan pada hari jadi pada para tamu undangan.
Selain itu, jenis ikan yang dibakar merupakan ikan yang memiliki sisik, atau yang umum digunakan yakni ikan khas setempat Mujair yang memiliki warna kehitaman atau biasa disebut Mujair Kumbang atau Mujair Ranau yang di dapat dari perairan Danau Ranau.
Setelahnya pembersihan bagian isi perut ikan, ikan ditusuk menggunakan bilah bambu perekornya dan dibakar dengan arang api dengan penyanggah barisan bata yang memanjang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/nayuh4.jpg)