Breaking News:

Pengakuan Robi Penyuap Bupati Muaraenim

BREAKING NEWS: Robi Terdakwa Penyuap Bupati Muaraenim di Pengadilan Diperiksa Jaksa KPK dan Hakim

Terdakwa penyuap Bupati Muaraenim Ahmad Yani, Robi, memberikan keterangan di pengadilan pada persidangan yang ia jalani.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/shinta
Robi Okta Fahlevi (35) terdakwa kasus suap Bupati Muara Enim Ahmad Yani saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (10/12/2019) 

SRIPOKU. COM, PALEMBANG - Robi Okta Fahlevi (35) yang menjadi terdakwa kasus suap Bupati Muara Enim Ahmad Yani mengatakan, di awal proyek dirinya pernah diingatkan perihal fee 10 persen yang harus diberikan sebagai jatah dari para 'bos'.

Saat menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Robi menyebut para bos tersebut adalah Bupati Muara Enim, Wakil Bupati Muara Enim dan Kepala Bappeda sekaligus Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim, Ramlan Suryadi.

Roby Penyuap Bupati Muaraenim Ahmad Yani Kini Terdakwa, Ini Sosok yang Mempertemukan Keduanya

"Saya pernah diingatkan pak Elfin yang menjabat PPK proyek, supaya saya juga menyiapkan fee 10 persen untuk bos. Bupati, Wakil Bupati dan pak Ramlan sebagai kepala dinas PUPR Muara Enim," ujar terdakwa Robi saat menjalani sidang di pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (10/12/2019).

Tak hanya 10 persen saja, terdakwa Robi juga mengaku bahwa ada fee lain sebesar 5 persen yang harus ia berikan diawal proyek.

Roby Terdakwa Penyuap Bupati Muaraenim Sidang Perdana, Jaksa Ungkap Permintaan Bupati ke Terdakwa

Fee tersebut merupakan kesepakatan untuk memenangkan 16 paket proyek di dinas PUPR Muara Enim yang nilainya hampir mencapai Rp 130 miliar.

Tepatnya yakni proyek Dana Aspirasi DPRD Kabupaten Muara Enim, terkait proyek APBD Murni TA 2019 di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

"Kalau fee 5 persen itu, saya tidak tahu akan diberikan ke siapa saja. Tapi saya dengar ada juga jatah anggota dewan di Muara Enim," ungkapnya.

Fakta-fakta Sidang Perdana Roby, Terdakwa Penyuap Bupati Muaraenim Hingga Peluk Haru Keluarga

Dalam sidang kali ini, terdakwa Robi dicecar pertanyaan terkait aliran fee yang ia berikan kepada sejumlah pejabat pemerintahan Muara Enim.

JPU KPK juga kembali menunjukkan catatan buku biru yang disebut sebagai bukti pengeluaran fee yang diberikan terdakwa Robi dalam proyek tersebut.

Kasus ini juga telah menetapkan bupati Muara Enim Ahmad Yani sebagai tersangka.

Serta A Elfin MZ Muchtar yang merupakan PPK proyek dan juga disebut sebagai 'satu pintu' alias penerima aliran dana suap ke Ahmad Yani dari terdakwa Robi.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved