Tinju Dunia

Deontay Wilder Kecam Taktik Anthony Joshua saat Kalahkan Andy Ruiz Jr

Penilaian pertarungan ini dari tiga juri masing-masing adalah 119-109, 118-110, dan 118-110 untuk kemenangan Anthony Joshua

Editor: Adrian Yunus
BOXINGSCENE.COM
Para petinju kelas berat, Deontay Wilder (kiri), Tyson Fury (tengah), dan Anthony Joshua (kanan). 

SRIPOKU.COM - Petinju kelas berat, Deontay Wilder mengecam strategi Anthony Joshua yang bermain aman dalam pertandingan ulang kontra Andy Ruiz Jr.

Diberitakan BolaSport.com sebelumnya, Anthony Joshua dinyatakan menang dalam laga ulang melawan Andy Ruiz Jr di Diriyah Arena, Ad Diriyah, Arab Saudi.

Bertanding pada Minggu (8/12/2019), Anthony Joshua dinyatakan menang secara keputusan mutlak atau unanimous decision atas Andy Ruiz Jr dalam 12 ronde.

Penilaian pertarungan ini dari tiga juri masing-masing adalah 119-109, 118-110, dan 118-110 untuk kemenangan Anthony Joshua.

Pukulan Keras Deontay Wilder yang Menbuat Luis Ortiz Kalah Ko di Ronde ke 7

Siaran Langsung Live Streaming Tinju Dunia Deontay Wilder vs Luis Ortiz Akhir Pekan Ini (Video)

Mata Tyson Fury Tentukan Kepastian Tanding Ulang Kontra Deontay Wilder

Hasil tersebut merupakan yang kedua kalinya dalam karier petinju berusia 30 tahun dalam memenangi pertandingan secara keputusan mutlak.

Sebelumnya, Joshua pernah mengalami menang dengan keputusan mutlak tatkala melawan Joseph Parker pada Maret 2018.

Menghabiskan 12 ronde, Joshua akhirnya dinyatakan sebagai pemenang kontra Joseph Parker.

Kendati berhasil memenangi pertandingan, Deontay Wilder kemudian mengkritik strategi yang diterapkan peraih medali emas Olimpiade 2012 itu.

Dalam pertandingan tersebut, Joshua menerapkan taktik yang tidak biasa sehingga membuat Deontay Wilder mengkritiknya habis-habisan.

"Joshua melakukan apa yang seharusnya dia lakukan untuk mendapatkan kemenangan. Dia berlari mengelilingi ring dan selalu bermain memutar," kata Wilder kepada The Athletic dikutip BolaSport.com dari The Sun.

"Pada dasarnya, dia sangat mirip (Wladimir) Klitschko. (Melakukan) Metode jab-grab-hold. Hanya itu yang dia lakukan malam itu."

Kemudian, petinju berusia 34 tahun itu membanding-bandingkan kemampuannya dengan Joshua dalam bertinju.

"Anda ingin mendominasi.

Mungkin saya terlalu kasar, terlalu hardcore, dan terlalu banyak mimpi untuk zaman ini, mungkin dunia menginginkan omong kosong yang bagus itu. Mentalitasku sangat berbeda dari pejuang lainnya," ucap Wilder.

"Tetapi ketika saya menganggap diri saya sebagai seorang juara. Anda ingin bertanding (melawan saya) dan menang."

Halaman
12
Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved