Teror Harimau di Pagaralam

Jika Benar, harimau yang Dilihat Ari Sandi Diduga harimau Sumatara dari Hutan Lindung Gunung Dempo

Jika Benar, Harimau yang Dilihat Ari Sandi Diduga Harimau Sumatara dari Hutan Lindung Gunung Dempo

Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/WAWAN
Update Teror Harimau: Perambahan Hutan Lindung Gunung Dempo Sebab Utama Kemarahan Harimau Sumatera 

Jika Benar, harimau yang Dilihat Ari Sandi Diduga harimau Sumatara dari Hutan Lindung Gunung Dempo

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Kasus Ari Sandi warga Kerinjing Dempo Utara Pagaralam, melihat harimau mendekam tak jauh di depannya bahkan hanya berjarak 12 meter, di mana hewan buas sebesar kambing itu, dilihatnya tak bergerak, di kawasan Area Lawang Lime, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari kawasan permukiman Desa Kerinjing Dempo Utara Pagaralam.

Update kasus teror harimau Sumatera terjadi sejak 16 November hingga Minggu (8/12/2019) merupakan yang ke-12 kasus, yang mengakibatnya 2 warga tewas dan 2 diantaranya mengalami luka-luka itu, memang membuat pihak BKSD terus melakukan pengawasan dan menyiapkan tim.

Adapun penjelasan BKSDA bahwa kepada Sripo bahwa, terkait jumlah harimau di Pagaralam berdasarkan kasus serangan harimau, maka pihaknya meminta warga menjauhi Hutan lindung Gunung Dempo yang menjadi habiat hewan yang dikenal sebagai pemburu ulung itu.

Sebab diduga, harimau yang Dilihat Ari Sandi Diduga harimau Sumatara dari Hutan Lindung Gunung Dempo.

Apalagi pihak BKSDA mengatakan totalnya ada 4 ekor harimau Sumatera di daerah itu.

"Tercatat ada 3 ekor harimau Sumatera di Kantong Bukit Dingin. Ini lokasi dekat serangan harimau kemarin dan korban meninggal," kata Kepala BKSDA Sumsel Genman Hasibuan Jumat (6/12/2019).

Sebab dari tiga ekor harimau itu, kata Genman, dua individu pernah bertemu masyarakat Talang Ayek Genting. Sedangkan satu individu lain pernah berkonflik dengan warga di Gunung Dempo.

Selain ketiga harimau itu, masih ada ada seekor harimau yang ditemui konflik di Pulau Panas-Tebat Benawa, lokasi ini masuk Kantong Bukti Jambul Gunung Patah.

"Total ada 4 ekor, 3 ekor di Bukit Dingin dan 1 ekor di Bukit Jambul yang masuk kawasan hutan lindung. Sebenarnya ya, kalau habitat mereka nggak terganggu ya nggak mungkin menyerang," katanya.

Menuruti Genman, pada prinsipnya harimau akan menjauh jika bertemu manusia. Hal ini karena harimau Sumatera tidak hidup berkelompok dan selalu menghindar dari manusia.

"Prinsipnya kalau harimau ketemu sama manusia, mencium saja sudah lari. Tidak mungkin ya menyerang kalau habitat dia tidak terganggu dan ini kan terbukti kalau masyarakat yang masuk ke sana," tegas Genman.

Menurut dia, ada indikasi habit harimau mulai terganggu sehingga keluar dari Hutan lindung tersebut.

"Sebenarnya posisi satwa itu sendiri di kawasan Hutan Lindung Dempo, yang ada warga diterkam dan satu meninggal. Diduga dia (Harimau) keluar karena habitatnya terganggu, ya bisa saja dibakar atau illigal loging," ujar Sunyoto kepada Sripoku.com, Senin (18/11/2019).

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved