Berkaca dari Aktor Tampan Cha In Ha, Inilah 10 Cara Membantu Mereka agar Tidak Melakukan Bunuh Diri
Berkaca dari Aktor Tampan Cha In Ha, Inilah 10 Cara Membantu Mereka agar Tidak Melakukan Bunuh Diri
Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
Berkaca dari Aktor Tampan Cha In Ha, Inilah 10 Cara Membantu Mereka agar Tidak Melakukan Bunuh Diri
SRIPOKU.COM - Ketika kita tahu ada kerabat atau anggota keluarga yang mengalami depresi atau pikiran bunuh diri, hati kecil kita mungkin ingin membantu.
Namun, banyak dari kita yang khawatir melakukan hal yang salah. Padahal, menurut psikolog dan Vice President Program di Yayasan Pencegahan Bunuh Diri Amerika (AFSP), Doreen
Marshall, kita tak perlu menjadi seorang profesional terlatih untuk memberikan bantuan bagi mereka.
"Setiap orang punya peran pencegahan. Namun, banyak orang menahan diri. Jika kamu khawatir dengan seseorang maka jangan ragu untuk mengambil langkah itu," katanya.
Meski mungkin kita hanya bisa memberi bantuan kecil, namun sekecil apapun hal itu akan sangat membantu kerabat atau keluarga kita yang sedang mengalami depresi.
Apalagi banyak artis korea yang meninggal karena depresi.
Contohnya dengan tewasnya artis dan aktor asal Korea Selatan, Sulli, Goo Hara dan kali ini aktor tampan Cha In Ha dikabarkan meninggal dunia.
• Sempat Tulis Pesan Terakhir, Artis Cantik Korea Goo Hara Ditemukan Tewas, Susul Sulli Bunuh Diri?
• Mengetahui Goo Hara Meninggal, Penggemarnya Dikabarkan Nekat Ikut Bunuh Diri Gegara Hal Ini!
Lalu, apa saja langkah yang bisa kita lakukan?
1. Menyadari tanda-tanda awal
Marshall menyebutkan, beberapa tanda risiko bunuh diri di antaranya perubahan suasana hati dan perilaku, tanda-tanda depresi, kecemasan, mudah terganggu, dan kehilangan ketertarikan terhadap segala hal.
Perhatikan pula kata-kata yang diucapkan orang tersebut. Mungkin saja, mereka pernah mengungkapkan sesuatu tentang keinginan mengakhiri hidup mereka atau tidak merasa berguna, atau bisa juga ingin pergi tidur dan tidak bangun lagi.
"Tanda-tanda itu bisa saja artinya mereka berpikir untuk bunuh diri. Langkah itu mereka nilai sebagai cara untuk pergi dari rasa sakit yang mereka rasakan," ujar Marshall.
Menurut AFSP, orang-orang yang mengakhiri hidupnya menunjukkan kombinasi tanda-tanda tersebut.
Namun, menurut Profesor Epidemologi Psikiatri dari Columbia University yang mempelajari bunuh diri dan pencegahannya, Madelyn Gould, tanda-tandanya bisa berbeda pada setiap individu.
"Pada beberapa orang bisa kesulitan tidur, lainnya mungkin merasa ditolak atau dihina. Hingga pada titik tertentu, mereka tidak bisa lagi mengontrol dirinya," kata Gould.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/berkaca-dari-cha-in-ha-inilah-10-cara-membantu-mereka-agar-tidak-melakukan-bunuh-diri.jpg)