4 Cara Cegah Kebocoran Data Pribadi dari Diri Sendiri: Gunakan Sandi Berbeda hingga Hati-hati

Tingginya penetrasi teknologi finansial (tekfin/fintech) dalam 5 tahun terakhir membuat industri maupun penggunanya semakin mengutamakan kehati-hatian

4 Cara Cegah Kebocoran Data Pribadi dari Diri Sendiri: Gunakan Sandi Berbeda hingga Hati-hati
ISTIMEWA
Ilustrasi - kehati-hatian guna mencegah kebocoran data bisa dimulai dari diri-sendiri, dari hal yang paling kecil bahkan akrab dengan kehidupan sehari-hari. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Tingginya penetrasi teknologi finansial (tekfin/fintech) dalam 5 tahun terakhir membuat industri maupun penggunanya semakin mengutamakan kehati-hatian untuk mencegah kebocoran data.

Chief Information Officer Privyid Khrisna Chandra mengatakan, sebetulnya kehati-hatian guna mencegah kebocoran data bisa dimulai dari diri-sendiri, dari hal yang paling kecil bahkan akrab dengan kehidupan sehari-hari.

"Karena yang punya tugas mengamankan data bukan hanya industri, pengguna juga harus aware dengan hal-hal itu," kata Khrisna Chandra di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Inilah Mahasiswa Pengungkap Kebocoran Data Pengguna Facebook

Kebocoran Data Pribadi Gawat

Khrisna pun membeberkan cara mencegah kebocoran data pribadi yang bisa dimulai dari diri-sendiri. Adapun cara-caranya antara lain:

1. Gunakan sandi berbeda
Khrisna menuturkan, penyematan sandi pada setiap aplikasi memang diharuskan. Tapi akan percuma bila sandi antara satu aplikasi dengan aplikasi lainnya sama persis.

Password
Ilustrasi - Password.

Alih-alih menggunakan sandi yang sama, ada baiknya bedakan sandi-sandi tersebut. Tujuannya untuk mencegah pembobolan massal apabila salah satu aplikasi berhasil dibobol oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Pengguna juga harus membiasakan menggunakan sandi-sandi kuat dan rumit dengan campuran simbol, angka, huruf kapital, dan huruf kecil.

"Kita harus bisa membiasakan diri menggunakan strong password. Dan biasakan jangan pakai password yang sama (antar aplikasi) karena begitu satu kena hack, semua kena hack," tutur Khrisna.

2. Sandi kartu SIM
Mungkin cara kedua ini kerap terlupakan oleh Anda. Hal itu bisa dilihat dari semakin minimnya orang yang masih mempertahankan pemberian sandi pada kartu SIM di ponsel.

Padahal kata Khrisna, pemberian sandi pada kartu SIM mampu mencegah pishing ataupun skimming. Misalnya bila suatu saat Anda kehilangan ponsel, data-data pada aplikasi yang tertera di ponsel bisa digunakan sewenang-wenang.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved