Teror Harimau Sumatera di Pagaralam

Update Teror Harimau: Perambahan Hutan Lindung Gunung Dempo Sebab Utama Kemarahan Harimau Sumatera

Update Teror Harimau: Perambahan Hutan Gunung Dempo Sebab Utama Kemarahan Harimau Sumatera

Tayang:
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/WAWAN
Update Teror Harimau: Perambahan Hutan Lindung Gunung Dempo Sebab Utama Kemarahan Harimau Sumatera 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Update Teror Harimau: Perambahan Hutan Gunung Dempo Sebab Utama Kemarahan harimau Sumatera.

Selama dua pekan terakhir, setidaknya ada 3 kasus serangan harimau Sumatera yang membuat warga dicekam ketakutan.

Bahkan satu diantaranya tewas, akibat serangan harimau, meski lokasinya bukan di kawasan Gunung Dempo, tetapi di Lahat, namun tewasnya Kuswanto, warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, Minggu (17/11/2019) lalu membuat warga di Pagaralam juga khawatir.

Sebab, di Pagaralam sendiri setidaknya ada 3 harimau Sumatera berkeliaran di kebun milik penduduk.

Bahkan, Senin (2/12/2019) kemarin, salah seorang penduduk di Pagaralam diterkam harimau Sumatara.

Namun berhasil selamat. Diketahui, Senin siang Marta (25) warga Tebat Benawa nyaris tewas diterkam harimau.

Beruntung korban berhasil melepaskan diri dari gigitan harimau yang katanya sebesar sapi tersebut.

Marta saat kejadian sedang meracun rumput di kebun,ketika harimau tiba-tiba datang.

namun saat sedang asyik meracun tiba-tiba di hadapannya sudah ada harimau besar.

Keduanya sempat terdiam, namun tidak lama setelah itu harimau tersebut langsung menerkam korban.

Beruntung korban kemudian lari naik ke atas pohon.

Melihat hal inilah, Walikota Pagaralam angkat bicara.

Walikota Pagaralam Ungkap harimau Sumatera di Gunung Dempo Marah dan Teror Warga, sebab indikasi itu menunjukkan jika habitat harimau ini diganggu.

Apalagi belakangan Teror Harimau ini tidak hanya sebatas berkeliaran di areal pemukiman warga, tetapi harimau Sumatera ini, sudah berani menerkam warga dan mencuri ternak.

Imbas dari Teror Harimau ini, tidak hanya membuat warga di Pagaralam dan sekitarnya takut dan resah.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved