Advertorial

Kelompok Tani Andalan Desa Rimba Alai Berbagi Ilmu kepada Siswa SMK PP Negeri Sembawa

Sebanyak 51 siswa/siswi dan 6 pendamping dari SMK PP Negeri Sembawa ini, melakukan praktik secara langsung sebagai petani bersama kelompok tani

Kelompok Tani Andalan Desa Rimba Alai Berbagi Ilmu kepada Siswa SMK PP Negeri Sembawa
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Sebanyak 51 siswa/siswi dan 6 pendamping dari SMK PP Negeri Sembawa melakukan praktik secara langsung sebagai petani bersama kelompok tani, Sabtu (31/11/2019). 

Kelompok Tani Andalan Desa Rimba Alai Berbagi Ilmu kepada Siswa SMK PP Negeri Sembawa

Untuk menambah ilmu pertanian, siswa kelas XI Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) 2 dan siswa kelas XI Agribisnis Ternak Unggas (ATU), melakukan kegiatan budidaya tanaman hortikultura khusunya tanaman Cabai ke Desa SMK PP Negeri Sembawa yaitu kelompok tani Andalan Desa Rimba Alai Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin pada tanggal 30 Oktober 2019.

Sebanyak 51 siswa/siswi dan 6 pendamping dari SMK PP Negeri Sembawa ini, melakukan praktik secara langsung sebagai petani bersama kelompok tani tersebut.

Kegiatan ini, dibuka oleh Rosadi sebagai ketua kelompok Tani Andalan.

Rosadi berharap dengan kegiatan ini dapat bertukar ilmu dengan siswa SMK PP Negeri Sembawa, ia secara teknis di lapangan dan siswa/siswa secara teori yang lebih rinci.

Sebanyak 51 siswa/siswi dan 6 pendamping dari SMK PP Negeri Sembawa melakukan praktik secara langsung sebagai petani bersama kelompok tani, Sabtu (31/11/2019).
Sebanyak 51 siswa/siswi dan 6 pendamping dari SMK PP Negeri Sembawa melakukan praktik secara langsung sebagai petani bersama kelompok tani, Sabtu (31/11/2019). (SRIPOKU.COM/MAT BODOK)

Kepala SMK PP Negeri Sembawa Ir Mattobi'i MP melalui wakil kepala sekolah bidang Humas Dr Zulkifli M Si Sabtu (31/11/2019) mengatakan, kegiatan ini selain untuk menambah ilmu namun juga untuk menambah keakraban hubungan kerja sama antara SMK PP Negeri Sembawa dengan kelompok Tani Andalan desa Rimba Alai yang sudah terjalin 3 tahun lamanya.

Siswa diajarkan cara menanam cabai, cung kediro, dan memupuk tanaman keduanya, selain itu mereka diajarkan cara memilih bibit yang baik sebelum melakukan penanaman.

"Meskipun dengan cara tradisional, adanya penanaman ini dapat menambah perekonomian kami, selain sebagai penyadap karet," tambah Rosadi.

Dijelaskan Rosadi, bahwa penjualan hasil panen ini dijual dengan sistem lelang ke tengkulak baik dari dalam maupun luar desa, namun dominan dari luar desa.

Sebanyak 51 siswa/siswi dan 6 pendamping dari SMK PP Negeri Sembawa melakukan praktik secara langsung sebagai petani bersama kelompok tani, Sabtu (31/11/2019).
Sebanyak 51 siswa/siswi dan 6 pendamping dari SMK PP Negeri Sembawa melakukan praktik secara langsung sebagai petani bersama kelompok tani, Sabtu (31/11/2019). (SRIPOKU.COM/MAT BODOK)

"Kami pernah mengalami kerugian hingga 25 jt pada tahun 2017-2018, karena tanaman diserang penyakit keriting dan penurunan harga yang sangat rendah tetapi hal tersebut tidak membuat kami patah semangat.

Kami terus belajar untuk dapat berhasil di bududaya cabai ini.

Alhamdulillah sekarang kami dapat untung dari bertanam cabai," jelas Rosadi.

Anggota kelompok tani ini terdiri dari 30 orang.

Rosadi sebagai ketua kapoktan menaungi 11 anggota kelompok tani lainnya termasuk kelompok wanita tani atau sering disebut KWT di Desa Rimba Alai kecamatan Banyuasin III.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved