Advertorial
Dedy Budiman: Guru Bisa Jadi Content Creator
Di era digital tantangan yang dihadapi para guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) kian kompleks.
Penulis: Jati Purwanti | Editor: Sudarwan
Dedy Budiman: Guru Bisa Jadi Content Creator
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Banyak orang membahas tentang bagaimana menggunakan teknologi untuk pendidikan di sekolah namun hanya berhenti pada pengertian apa itu teknologi.
Lewat program Flipped Classroom, Champion Sales Trainer, Dedy Budiman, memperkenalkan suatu program bukan hanya menjelaskan tentang teknologi tapi juga mengajarkan bagaimana bisa menggunakan teknologi serta pengaplikasiannya dalam dunia pendidikan.
Dedy mengatakan saat ini, di era digital tantangan yang dihadapi para guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) kian kompleks.
Menurut Dedy, guru SMK harus lakukan proses transfer ilmu atau mengajar dengan cara yang sesuai dengan zaman yang sedang berkembang salah satunya dengan menggunakan video sebagai media pembelajaran di kelas.
"Gurunya harus paham dulu caranya menggunakan teknologi untuk mengajar. Guru bisa jadi Content Creator.
Apalagi, siswa sekolah sekarang sudah sangat akrab dengan teknologi dan video," kata dia pada kegiatan Flipped Learning Effective Educational Video yang diikuti oleh puluhan guru SMK dari berbagai daerah di Sumsel di SMKN 3 Palembang, Kamis (21/11/2019).
Flipped Classroom merupakan metode pembelajaran yang membalik metode tradisional, yang biasanya materi diberikan oleh guru di kelas dan siswa mengerjakan tugas di rumah.
Nantinya, jelas Dedy, setelah diberikan pelatihan pembuatan video pembelajaran efektif, para guru bisa lebih menghidupkan kelas dengan diskusi bersama siswa.
Mekanismenya adalah guru membuat video dengan durasi yang relatif singkat sekitar lima menit berisi materi pelajaran yang akan diajarkan, kemudian video dibagikan kepada siswa dan ditonton sebelum kelas dimulai.
Dijelaskan Dedy, dengan metode Flipped Learning ini peran guru sedikit lebih berkurang karena digantikan dengan keaktifan siswa saat proses pembelajaran berlangsung.
"Nonton videonya di rumah jadi saat di kelas guru hanya tinggal membuka forum diskusi. Ini juga berguna sebagai salah satu cara membiasakan siswa untuk berpikir kritis," jelas Dedy.
Tak perlu khawatir, metode ini pun bisa diterapkan di semua pelajaran bahkan untuk pelajaran Matematika ataupun Fisika yang diketahui menggunakan banyak rumus.
Jika siswa masih kurang memahami materi yang disampaikan guru pun tak perlu lagi meminta guru untuk mengulang penjelasan.
"Hanya tinggal putar ulang videonya. Materi pelajaran yang sudah disimpan dalam bentuk video bisa digunakan berulang kali untuk pembelajaran materi yang sama," ujar Dedy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/champion-sales-trainer-dedy-budiman.jpg)