Pemprov Anggarkan 1,2 Triliun Untuk Kerjakan 68 Paket Pengerjaan Jalan

Pada tahun 2019 ini Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menganggarkan sekitar Rp 1,2 Triliun. Dimana jumlah paket pengerjaan sebanyak 68 kegiatan den

Pemprov Anggarkan 1,2 Triliun Untuk Kerjakan 68 Paket Pengerjaan Jalan
Sripo/rahma
PLT Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang (TR) Provinsi Sumatera Selatan Darma Budhy 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pada tahun 2019 ini Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menganggarkan sekitar Rp 1,2 Triliun. Dimana jumlah paket pengerjaan sebanyak 68 kegiatan dengan jumlah panjang jalan yang menjadi kewenangan Provinsi sebanyak 1.513,65 kilometer.

PLT Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang (TR) Provinsi Sumatera Selatan Darma Budhy mengatakan dengan alokasi dana tersebut dilakukan perbaikan jalan efektif sepanjang 273 kilometer. Sisa dari panjang jalan yang menjadi kewenangan ditangani dengan dana pemeliharaan rutin.

"Per Oktober kemarin progres keseluruhan mencapai 52 persen. Dari 68 kegiatan itu, ada sepertiga kegiatan sudah melaksanakan PHO, sepertiga lagi mencapai rata-rata 70 persen, sisanya ada yang baru mencapai 50 persen, ada pula yang baru 28 persen. Tetapi ada satu atau dua kegiatan kemungkinan pengerjaan yang diputus kontrak," ujarnya saat dihubungi Kamis (14/11/2019)

Menurut Budhy, pihaknya sudah berusaha memperpanjang waktu agar realisasi pengerjaan mencapai 100 persen namun ia menilai rasanya cukup sulit lantaran hanya menyisakan satu bulan lagi di tahun 2019 ini.

"Rata-rata kontrak untuk pengerjaan APBD induk berakhir di Oktober dan November. Ada sebagian di Desember juga. Kurang lebih Rp 110 miliar yang masih proses lelang dari APBD Perubahan. Kemungkinan tanda tangan kontrak pada 18 November nanti," jelasnya

"Dengan sisa waktu 30-50 hari kita kejar pengerjaannya dan optimis bisa selesai sebelum 31 Desember. Kondisi jalan sekarang Alhamdulillah bisa dikatakan fungsional," tambahnya.

Pihaknya telah melakukan tambal sulam pada lubang-lubang menganga yang ada dan selama ini kerap dikeluhkan masyarakat sebagai kubangan kerbau sudah ditutup.

"Contohnya pada Simpang Penyandingan hingga Martapura dan Muara Dua sudah aman dilalui dengan kecepatan rata-rata 40-50 km. Ada sebagian dengan pengerasan Cor Beton dengan penyesuaian tingkat kelandaian," ujarnya. (Cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved