Update SFC
Meymey Pesan Kepada Suporter untuk Dapat Mengontrol Emosi Saat Mendukung Skuat Sriwijaya FC
Asisten Manajer Sriwijaya FC Mayumi Itsuwa berpesan agar para suporter untuk bisa mengontrol emosi saat memberikan dukungan skuad SFC
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
Laporan wartawan sripoku.com, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Asisten Manajer Sriwijaya FC Mayumi Itsuwa berpesan agar para suporter untuk bisa mengontrol emosi saat memberikan dukungan skuad SFC Ambrizal Cs menghadapi laga kedua melawan Mitra Kukar Tenggarong babak 8 besar Liga 2 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (13/11/2019) pukul 15.30.
"Suporter juga harus kontrol emosi juga ya kan? Mereka (pemain di dalam lapangan) mereka juga berjuang. Kita semua sama-sama berjuang. Kakak-kakak suporter kasihlah kepercayaan ke pemain kita," ungkap Mayumi Itsuwa.
Dara kelahiran Palembang Tahun 1996 berdarah Musi Banyuasin ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena selalu mensupport Tim SFC dimanapun berada.
"Cuma kalau bisa semua ngejaga. Kita di sini juga pengen yang terbaik untuk SFC. Saya harap teman-teman semua support dong. Tapi jangan sampai ada kejadian seperti kemarin (saat lawan Persewar). Tetap dukung, doakan semoga SFC balik lagi ke Liga 1. Alhamdulillah kalau bisa juara 1," kata Meymey.
Sebelumnya Ketua Umum Singa Mania Ariyadi Eko Neori kepada Sripoku.com mengatakan, meskintak hadir langsung bersama suporter menyemangati Sriwijaya FC saat mengalahkan Persewar Waropen dengan skor 1-0 Babak 8 Besar Grup A Liga 2 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (9/11/2019) malam. Namun pria yang akrab disapa Dugong ini memastikan tidak ada rasisme suporter pada inseden itu.
"Saya sudah konfirmasi ke kawan-kawan di sana (suporter Singa Mania di Sidoarjo), tidak ada rasisme suporter," tegas Dugong.
Pernyataan Dugong ini menjawab ketika diminta tanggapannya dengan banyaknya pemberitaan menyayangkan adanya insiden yang diduga teriakan mengandung rasis dari suporter SFC yang disampaikan pelatih Persewar Elie Aiboy
Menurut Dugong, jika melihat tayangan video pertandingan SFC versus Persewar malam itu hingga ada suporter yang masuk ke lapangan, ia menilai hal itu barangkali dipicu atas ketidaktegasan wasit dalam memimpin pertandingan.
• BREAKING NEWS Bus yang Dinaiki Sriwijaya FC ke Stadion Deltra Sidoarjo Mogok
• Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Polisi Rilis Nama Mahasiswa, Ini Respon Gojek
• Kronologi Baku Hantam di Pelabuhan Boombaru Palembang, 2 Oknum TNI Melawan Oknum Sabhara
"Mungkin dipicu karena melihat kepemimpinan wasit yang tidak bagus. Pelanggaran keras terjadi, tapi tidak berikan kartu," sesal Dugong.
Selama mendukung SFC pertandingan Babak 8 Besar Grup A Liga 2 di Sidoarjo Jawa Timur, 9-18 November 2019, setidaknya ada sekitar 50 suporter memberikan dukungan.
"Dari Palembang suporter Singa Mania ada 30-an. Mahasiswa suporter kita dari Yogyakarta ada 20-an. Jadi total sekitar 50 suporter. Dan saya sudah perpesan kepada kawan-kawan suporter supaya jangan ada rasis. Tetap sportif memberikan dukungan," pungkasnya.
Beberapa pemberitaan itu antara lain oleh bolasport.com yang berjudul;
'Persewar Vs Sriwijaya FC - Ada Teriakan Rasis, Elie Aiboy Marah Besar'. Lalu bola.com memberitakan dengan judul 'Elie Aiboy dan Kas Hartadi Berharap Suporter Indonesia Tidak Rasialis'
Dalam pemberitaan itu seperti dikutip dari bola.com, Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi dan arsitek Persewar Waropen, Elie Aiboy, sama-sama menggelorakan antirasisme di sepak bola Indonesia.
Kericuhan terjadi ketika suporter Sriwijaya FC masuk lapangan pada menit ke-70. Mereka kemudian meninggalkan lapangan sambil berlari kembali ke tribune. Diduga, ada suporter yang berteriak rasialis sehingga memantik emosi pemain Persewar.