Berita Palembang

Salah Mengartikan Tendangan Candaannya, Remaja Sematang Borang Ini Dihajar Kakak Temannya

Terlibat selisih paham dengan temannya TS (16), membuat US (16) mengalami benjol di kepala, memar di pinggang dan sakit di bagian dada.

Salah Mengartikan Tendangan Candaannya, Remaja Sematang Borang Ini Dihajar Kakak Temannya
Istimewa
Ilustrasi penganiayaan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Terlibat selisih paham dengan temannya TS (16), membuat US (16) mengalami benjol di kepala, memar di pinggang dan sakit di bagian dada akibat dihajar Gusti (21) yang merupakan kakak TS warga Perum Graha Citra Pesona, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang Palembang.

Akibatnya warga Jalan Irigasi, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang ditemani ibunya Sri Sudarmi (39) berobat ke Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Palembang.

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (9/11) sekitar pukul 19.30, dimana korban main ke tempat TS, kemudian terjadilah selisih paham yang kejadian itu dilaporkan TS kepada terlapor (Kakak TS-red).

Sehingga terlapor meradang mendengar cerita TS yang mengakibatkan korban diajak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berada di dekat rumah terlapor hingga korban dipukuli dan mengalami sakit di beberapa bagian tubuh.

Menurutnya, TS salah mengartikan tendangan yang dilancarkannya ke arah pantatnya tersebut hanya candaan saja.

"Saya waktu itu tidak niat menendang TS pak tapi cuma candaan saja, apalagi tendangan itu pelan pak," katanya, Senin (11/11).

Atlet Sepeda Lahat Bersinar di Ajang Festival Way Kambas 2019 dengan Sejumlah Medali

Puluhan Senjata Api Rakitan Dipotong, Kejari OKI Musnahkan Barang Bukti Berkekuatan Hukum Tetap

Seleksi Calon PNS di OKU Timur Sediakan Formasi Khusus untuk Penyandang Disabilitas, Ini Syaratnya

Sedangkan, orang tua korban, Sri Sudarmi menuturkan, mendengar cerita anaknya tersebut ia langsung mengajak korban melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu atau SPKT Polrestabes Palembang.

" Sebelum laporan kami ke RS Muhammadiyah terlebih dahulu untuk berobat, kemudian baru ke SPKT dengan menunjukkan bukti berobat," katanya.

Dirinya mengatakan, tindakan terlapor ini tidak bagus dan tidak layak menjadi seorang kakak yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada adiknya maupun orang lain yang lebih muda dibandingkan dia.

"Harusnya dia mendengarkan penjelasan dari anak saya dulu terkait kejadian yang terjadi tersebut, dimana TS salah menanggapi tendangan dari anak saya dikiranya serius. Padahal cuma candaan saja," katanya.

Sementara, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit III SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Herison membenarkan adanya laporan polisi mengenai penganiayaan terhadap anak.

"Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang, untuk pelakunya bila terbukti bersalah akan dikenakan pasal 76 C Jo pasal 80 Undang-undang (UU) nomor 35 tahun 2014," tutupnya. (diw).

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved