Update Terkini Tim Pencari Pendaki Asal Jambi yang Hilang di Dempo, Walikota Pagaralam Berikan Ini

Walikota Pagaralam menyampaikan terima kasih kepada tim SAR yang mencari keberadaan pendaki asal Jambi di Gunung Dempo.

Update Terkini Tim Pencari Pendaki Asal Jambi yang Hilang di Dempo, Walikota Pagaralam Berikan Ini
sripoku.com/wawan
Tim SAR Gabungan yang bergasil menemukan dan mengevakuasi dua pendaki yang hilang di Gunung Dempo beberapa hari lalu mendapat penghargaan dari Walikota Pagaralam. Penghargaan diberikan usai upacara hari Pahlawan, Minggu (10/11/2019). 

Penghargaan diberikan usai kegiatan upacara memperingati hari Pahlawan 10 November 2019 di Lapangan Merdeka Alun alun Utara Kecamatan Pagaralam Utara. Minggu (10/11/2019).

Penghargaan ini diberikan pemkot Pagaralam kepada Tim SAR Gabungan sebagai ucapan terima kasih dan aptesiasi tim gabungan yang terdiri dati TNI, Polri, Basarnas, Tagana, BPBD, Wanadri, Forpa, dan Relawan Pendaki yang telah berjibaku selama 14 hari mencari serta mengevakuasi dua pendaki asal jambi yang jatuh di lereng Kawah Gunung Api Dempo

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mengatakan, sangat mengapresiasi para tim SAR Gabungan telah berjibaku selama 14 hari untuk mencari dan mengevakuasi korban hilang di GunungbDempo.

"Saya bangga terhadap para pahlawan kemanusiaan yang tergabung dalam tim SAR Gabungan selama 14 hari mencari pendaki hilang di Dempo. Mereka berjuang mencari serta mengevakuasi kedua pendaki tersebut," ucapnya.

Wako bangga dengan tim SAR Gabungan yang telah mengorbankan waktu dan tenaga untuk mencari dan mengevakuasi pendaki tersebut.

"Mereka ini sudah rela mengorbankan waktu dan tenaga bahkan pikiran mereka demi misi kemanusian ini.

Tidak hanya itu mereka telah berani mempertaruhkan nyawa mereka dalam mencari dan mengevakuasi Jumadi dan Fikri dimedan yang berbahaya," tegas Wako.

Perwakilan salah satu Tim SAR Gabungan dari FORPA, Arindi mengatakan, bahwa misi pencarian dan evakuasi dua pendaki yang hilang kemarin merupakan misi kemanusian yang memang perlu dilakukan.

"Kami sebagai pecinta alam memang tergerak hati untuk ikut gabung kepada Tim SAR Gabungan.

Karena korban merupakan pencinta alam yang sama dengan kami.

Selain itu karena kami merupakan warga Pagaralam yang tahu kondisi Dempo jadi kami wajib ikut mencari dan mengevakuasi," katanya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved