Berita Lahat

Sengketa Lahan Warga Desa Purwaraja dengan PT Lonsum kembali Digelar, akan Ada Pengukuran Ulang

Penyelesaian kasus sengketa lahan 165 ha antara warga Transmigrasi SP4 Desa Purwaraja, Kecamatan Kikim Timur Lahat dengan PT Lonsum kembali digelar.

Sengketa Lahan Warga Desa Purwaraja dengan PT Lonsum kembali Digelar, akan Ada Pengukuran Ulang
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Rapat antara warga dan PT Lonsum dimediasi oleh Pemkab Lahat di Oproom Pemkab Lahat. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Penyelesaian kasus sengekata lahan 165 ha antara warga Transmigrasi SP 4 Desa Purwaraja, Kecamatan Kikim Timur Lahat dengan PT Lonsum kembali digelar di ruang oproom Pemkab Lahat, Kamis (7/11).

Dalam rapat dipimpin langsung Sekda Lahat, H Januarsyah Hambali dan Kepala BPN Lahat Ir Romanus MM tersebut dihadiri pihak PT Lonsum, warga dan Kepala Desa Muara Tandi Kecamatan Gumay Talang.

Dari hasil pertemuan tersebut, ditegaskan bahwa akan dilakukan pengukuran dan pemetaan ulang HGU PT Lonsum sesuai izin lokasi.

"Kami minta semua pihak untuk bersabar, minggu ketiga bulan november ini Kanwil BPN Palembang akan datang ke Lahat untuk melakukan pengukuran dan pemetaan ulang. Diharapkan semua pihak yang terkait bisa ikut,"tegas Januarsyah, saat rapat.

Dilanjutkanya bahwa yang perlu digaris bawahi ialah HGU PT Lonsum bersinggungan dengan lahan Desa Purwaraja. Serta dalam izin lokasi PT Lonsum, bahwa desa Purwaraja tidak termasuk.

Bubur Ayam Ceker Anwar Memiliki Citarasa Nikmat yang Beda dan Sangat Baik untuk Sarapan Pagi

Angin Puting Beliung Disertai Hujan Es di Kabupaten OKU Selatan Sumatera Selatan, 17 Rumah Rusak

Ibu Guru SMK Bersetubuh dengan Kekasih Depan Siswanya dan Diajak Gabung, Polisi Sebut Ada Pesanan

Sementara Sujoko Bagus, Kuasa Hukum masyarakat Desa Purwaraja menyebutkan bahwa masalah ini telah berlangsung selama 11 tahun lalu dan sudah menjalani rapat hingga 37 kali.

"Kami berharap agar masalah ini segera diselesaikan. Selain itu tuntutanan 165 ha milik masyarakat Desa Purwaraja kembali menjadi haknya," ungkap Sujoko.

Dikatakannya juga sudah jelas bahwa 165 ha yang disengketakan masuk dalam wilayah desa Purwaraja itu tertuang dalam berita acara dan ditandatangani oleh tim. Kemudian Desa Purwaraja tidak termasuk dalam izin lokasi PT Lonsum.

Sementara Legal PT Lonsum, Agus Efendi mengatakan bahwa kedatangan pihaknnya untuk mengajukan permohonan HGU PT Lonsum yang ada tanamam pokok perusahaan.

Lantaran sebelumnya tidak ada permasalahan. "Permohonan HGU yang terdapat di Muara Tandi dan Tanah Pilih dan terhadap masyarakat kedua desa tersebut tidak ada masalah dan sudah ada kompensansi," ujarnya.

Disinggung permasalahan dengan SP4 Desa Purwaraja, dijelaskannya bahwa sebelumnya sudah ada penyelesaian dengan warga transmigrasi di Kabupaten Lahat pada tahun 2016.

"Kami pikir sudah selesai,"katanya. Cr22

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved