Pemprov Sumsel Siapkan Anggaran Rp 10,4 Miliar untuk Cegah Stunting

Pemerintah Provinsi Sumsel sangat serius dalam mencegah terjadinya stunting terhadap masyarakat.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Refly Permana
ist
Ilustrasi stunting 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumsel sangat serius dalam mencegah terjadinya stunting terhadap masyarakat.

Pemerintah bahkan menyiapkan anggaran Rp 10,4 M untuk pencegahan Stunting pada tahun 2020 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Dra Lesti Nurainy Apt MKes, mengatakan dana yang disiapkan untuk pencegahan stunting tersebut nantinya bakal digunakan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita kurus dan ibu hamil kurang energi kronis (KEK).

"Sumsel sangat serius dalam pencegahan stunting.

Anggaran yang disiapkan untuk tahun depan lebih besar daripada pada tahun 2019 yang hanya Rp 2 M," ujarnya, Kamis (7/11/2019).

Ia menjelaskan, pemberi PMT dan KEK tersebut akan di prioritaskan dalam pencegahan stunting di enam kabupaten/kota di Sumsel yakni  Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muara Enim, Lahat, Banyuasin, dan Kota Palembang.

Enam daerah ini dipilih langsung oleh Bappenas.

Dipilihnya keenam daerah itu bukan lantaran tingginya angka stunting-nya tinggi di daerah tersebut.

Tetapi, akan dijadikan percontohan oleh daerah lainnya.

"Keenam daerah ini akan jadi percontohan, kita harap daerah ini bisa jadi percontohan bagi daerah lainnya,” jelas Lesty.

Menurutnya angka prevalensi stunting pada balita (usia 0-5 tahun) di Provinsi Sumsel sebesar 31,7 persen (data Riset Kesehatan Dasar 2018), maka khusus stunting Baduta (bawah dua tahun) sudah lebih baik, sekitar 29,8 persen atau di bawah angka nasional 29,9 persen.

Pihaknya menargetkan, lima tahun kedepannya angka stunting di Sumsel bisa turun di bawah 20 persen.

Untuk menekan terjadinya stunting, Pemprov Sumsel juga melaksanakan inovasi dalam pencegahan dan penurunan stunting melalui revitalisasi posyandu, duta cegah stunting, dan mengeluarkan telah surat edaran kepada di setiap kantor atau instansi terkait untuk meyediakan ruang ASI saat bekerja.

"Lima tahun kedepan kita targetkan angka stunting di Sumsel bisa turun di bawah 20 persen," harapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved