Gelar Aksi Demo Buruh Desak PT KSL Segera Bayar Upah 2,5 Bulan Yang Belum Dibayar

Gelar Aksi Demo . Buruh Desak PT KSL Segera Bayar Upah 2,5 Bulan Yang Belum Dibayar

Gelar Aksi Demo  Buruh Desak PT KSL Segera Bayar Upah 2,5 Bulan Yang Belum Dibayar
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Ketua PK FSB NIKEUBA Sumsel Hermawan didampingi Ketua PK PT KSL Banyuasin Bustam ketika menyampaikan orasi dihadapan Pemkab Banyuasin. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

Buruh Desak PT KSL Segera Bayar UpahPemkab Segera Panggil PT KSL

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Ratusan karyawan PT Karya Sawit Lestari (KSL) menggelar aksi demo di halaman kantor Bupati Banyuasin, menuntut upah yang sudah 2,5 bulan tidak dibayar oleh perusahaan PT KS, Kamis (7/11/2019).

Para peserta aksi memasang sepanduk yang berukuran besar bertuliskan "Satukan sikap buruh dan lawan upah murah," serta tulisan" tangkap... dan penjarakan oknum - oknum pelanggar hukum yang bermuka dua".

Tidak hanya gaji, para buruh menuntut untuk dilunasi tunggakkan BPJS ketenaga kerja dan BPJS Kesehatan, agar karyawan dapat dilayani dalam program kesehatan.

"Kalo BPJS tidak bisa digunakan, bagai mana jika nanti salah satu dari kami jatuh sakit, sedangkan gaji belum di bayarkan," kata Ketua Pengurus Komisariat fedarasi serikat buruh niaga, informatika, keungan, perbankan, dan aneka industri (PK FSB NIKEUBA) Sumsel Hermawan didampingi Bustam Ketua PK PT KSL Banyuasin.

Mereka juga menuntut argumen perusahaan yang baru untuk memberikan penjelasan status hubungan kerja karyawan lama dengan pihak perusahaan dalam kepemilikan perusahaan yang baru, yang terhitung sejak kepemilikan perusahaan tersebut dilakukan perubahan.

"Kami meminta pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk segera memanggil pihak PT Karya Sawit Lestari untuk memberikan penjelasan status hubungan kerja karyawan lama dengan pihak perusahaan dalam kepemilikan perusahaan yang baru, yang terhitung sejak kepemilikan perusahaan tersebut dilakukan perubahan," timpal Bustam di ikutu oleh para peserta demo.

Selain itu, mereka juga menuntut pembayaran uang Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan tahun 2019, dan menuntut dilakukannya pembayaran uang bonus pada tahun 2018.

"Sesuai dengan peraturan per Undang - undangan, kami meminta kepada PT Karya Sawit Lestari membayar pembayaran uang bonus tahun 2018 dan Tunjangan Hari Raya tahun 2019 yang sampai saat ini tidak ada kejelasan pelaksanaan pembayarannya," ungkapnya.

Mewakili Bupati Banyuasin H Askolani SH MH, Asisten III Babul Ibrahim mengatakan, pihak pemerintah akan segera menyelesaikan persoalan ini.

"Kami akan mengundang pihak perusahaan untuk mengadakan pertemuan antara pihak perusahaan dan pemerintahan Kabupaten Banyuasin untuk menyelesaikan persoalan ini," tegas Babul, Kamis Tanggal 14 November 2019 akan ada mediasi di Dinas Ketenaga Kerjaan Banyuasin.

"kita akan menyelesaikan ini sesuai dengan pertaruan per-undang - undang, jangan sampai kita memperjuangkan hak kita tetapi merebut hak orang lain," tegasnya dan diharapkan para buruh jangan sampai melakukan hal yang merugikan orang.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved