Kesehatan Jadi Target Wisata dan Pendapatan Malaysia
ORIENTASI wisata di Asia, setidaknya sudah mengalami pergeseran. Mereka tidak lagi menjual objek wisata alami semata tetapi sudah mengacu ke kesehatan
Penulis: Husin | Editor: muhammad husin
LAPORAN WARTAWAN SRIPOKU.COM/MUHAMMAD HUSIN
MALAYSIA, SRIPOKU.COM --ORIENTASI wisata di Asia, setidaknya sudah mengalami bergeser.
Mereka tidak lagi menjual objek wisata alami semata, tetapi sudah mengacu ke sektor lain, yang awalnya tidak begitu diperhatikan.
Seperti yang dilakukan Malaysia.
Ternyata paket layanan kesehatan di rumah sakit berkelas, laku dijual.
Melalui Malaysia Year of Healthcare Travel 2020 atau dikenal sebagai MyHT2020 resmi diluncurkan bersamaan dengan kampanye pariwisata Visit Malaysia 2020 (VM2020).
Gerakan MHTC di tahun ini semakin besar, karena Kementerian Keuangan Malaysia langsung mengambil alih, yang sebelumnya di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan Malaysia. itu artinya, MHTC dipandan
Dikenal dengan julukan "Healthcare Marvel", Malaysia telah berkembang menjadi destinasi perjalanan kesehatan kelas dunia yang sukses dalam waktu singkat serta diakui oleh berbagai rekan industri dan pakar kesehatan di seluruh dunia.
Dalam realitasnya, MHTC menjadi magnet bagi rumah sakit besar dan berkelas untuk bergabung. Bayangkan, dari 250 rumah sakit di Malaysia, 73 rumah sakit berkelas ikut bergabung.
Dan dari jumlah itu, terdapat 21 rumah sakit kelas elite juga ikut bergabung.
CEO Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), Sherene Azli mengatakan, Malaysia program yang berbeda dari pesaing regionalnya, yaitu sebuah pengalaman perjalanan end-to-end bebas hambatan bagi wisatawan kesehatan yang dimulai sejak kedatangan hingga kepulangan ke negara asal.
Malaysia Healthcare Lounge yang bertempat di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), KLIA2, dan Penang International Airport, menyediakan layanan penjemputan di aerobridge, jalur cepat melewati imigrasi dan bea cukai dan bantuan pengambilan bagasi.
Tidak hanya itu, layanan penerjemahan juga disediakan sesuai permintaan untuk memudahkan komunikasi bagi pasien yang membutuhkan layanan.
"Kami mengundang semua wisatawan kesehatan untuk menikmati pengalaman perjalanan end-to-end bebas hambatan dan terjangkau selama kampanye MyHT2020 berlangsung," kata Sherene, Kamis (21/10) di The Majestic Hotel, seraya menambahkan, kini popularitas Malaysia sebagai pilihan destinasi perawatan kesehatan telah meningkat akhir-akhir ini.
Dikatakan, sistem perawatan kesehatan Malaysia diatur secara ketat oleh Kementerian Kesehatan Malaysia melalui Private Healthcare and Facilities Service Act (1998) yang mengedepankan keselamatan pasien serta biaya perawatan terjangkau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kesehatan-jadi-target-wisata-malaysia.jpg)