Berita OKU Selatan

Kabupaten OKU Selatan Kekurangan Dokter Umum dan Dokter Spesialis

Program kedokteran yang diprogramkan melalui BKPSDM untuk pemerataan penyebaran dokter umum dapat mengisi setiap Puskesmas.

Kabupaten OKU Selatan Kekurangan Dokter Umum dan Dokter Spesialis
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH/FB
Kepala Dinas Kesehatan OKU Selatan, dr. Meri Astuti 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Pascadicoretnya oleh mahkamah Agung (MA), terkait kebijakan presiden Jokowi Widodo tentang penyebaran dokter spesialis hingga ke penjuru Nusantara, menuai beragam respon dari berbagai Dokter yang berkecimpung sebagai pelayan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Selatan dr. Meri Astuti berharap aturan baru tersebut tidak menggangu pelayanan kesehatan yang ada di daerah-daerah khususnya Kabupaten OKU Selatan.

"Dgn adanya aturan tersebut, mudah-mudahan tidak mengganggu pelayanan kesehatan di OKUS.,"terang Meri. Senin (4/11/2019).

Selaku Kepala Dinas Kesehatan di Bumi Serasan Seandanan Meri, berharap program kedokteran yang diprogramkan melalui BKPSDM untuk pemerataan penyebaran dokter umum dapat mengisi setiap Puskesmas.

"Mudah-mudahan kedepannya melalui BKPSDM pemerataan sebaran dokter umum di seluruh Puskesmas terutama yg ada di OKUS membuat masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,"harapnya.

Kendati demikian dikatakannya, saat ini Dokter umum yang ada di Kabupaten OKU Selatan masih minim. Sedangkan dokter spesialis masih belum secara keseluruhan.

"Untuk dokter umum kita memang masih sangat kurang, Sementara untuk spesialis kita masih butuh, terutama spesialis anestesi, radiologi, rehabilitasi medik, patologi klinik,"tambahnya.

Pemkab Lahat akan Tetap Kirim Bantuan Air Bersih kepada Warga yang Alami Krisis Air Bersih

Terima Tim Kajida Wantannas, Mawardi Yahya Sebut 3 Daerah Ini Tingkat Kemiskinannya Tertinggi

Kasat Reskrim dan 3 Kapolsek di Lingkungan Polres Banyuasin Dimutasi ke Ditreskrimsus Polda Sumsel

Terpisah Kepala Rumah Sakit Umum Daerah OKU Selatan, dr. Erick Destiano, Sp. PD, sekaligus ketua Ikatan dokter Indonesia (IDI) Cabang OKU Selatan mengatakan sejauh ini belum mengetahui terkait aturan tersebu.

Bahkan dikatakannya terkait aturan dokter spesialis wajib kerja tidak berlaku di Kabupaten OKU Selatan.
"Info belum tahu. Namun Di OKUS sekarang tidak ada dokter wajib kerja,"ujar Erick.

Bahkan, Direktur RSUD Muaradua OKU Selatan tersebut mengatakan RSUD jumlah dokter spesialis saat ini telah mencukupi sesuai kebutuhan yang ada.
"Untuk dokter spesialis dasar di RSUD Muaradua sudah cukup,"terang Dia

Diketahui, pasca dicoretnya kebijakan presiden, pemerintah memberikan solusi dengan dengan Dokter Spesialis tidak lagi di wajibkan berdinas kepelosok dan daerah.

Dihimpun Sripo, di Kabupaten OKU Selatan, Dokter Spesialis dan Dokter umum serta dokter Intrnsip dengan total keseluruhan berjumlah terdapat 37 orang dokter.

Masing- masing dengan Dokter Intrnsip sebanyak 12 orang, dokter spesialis 15 orang dan dokter umum berjumlah 10 orang.(cr28).

SRIWIJAYA POST :ALAN NOPRIANSYAH
Gedung RSUD : Gedung RSUD Muaradua, OKU Selatan, Senin (4/11/2019).

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved