Breaking News:

Berita Palembang

Diawali Cekcok Mulut, 3 Warga 2 Ulu Palembang yang Masih Tetangga Ini Saling Jambak Rambut dan Cakar

Diawali Cekcok Mulut, 3 Warga 2 Ulu Palembang yang Masih Tetangga Ini Saling Jambak Rambut dan Cakar

ISTIMEWA
Ilustrasi: Diawali Cekcok Mulut, 3 Warga 2 Ulu Palembang yang Masih Tetangga Ini Saling Jambak Rambut dan Cakar 

Diawali Cekcok Mulut, 3 Warga 2 Ulu Palembang yang Masih Tetangga Ini Saling Jambak Rambut dan Cakar

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Selisih paham dengan tetangga, SM (16) warga Jalan H Faqih Usman, Lorong Lembaga, Kelurahan 2 Ulu, Kecamatan SU I harus mengalami luka gores di tangan, leher sakit, dan kepala sakit akibat dianiaya.

Kepada petugas saat melapor SM menuturkan, beberapa waktu lalu sempat terjadi selisih paham dengan tetangganya FN (16) dan LL (15).

Selisih paham itu berlanjut hingga Jumat (1/11/2019) sekitar pukul 08.00 di Warung Bakso Mar di belakang gedung Pasar 16 Ilir, Kecamatan IT I Palembang.

"Waktu itu, saya ketemu mereka dan terlibat cekcok, sehingga mereka mendorong yang disertai menjambak rambut saya pak," katanya kepada petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Jenazah Perempuan di Sungai Musi Dipastikan Inta Ferin, Dosen Sempat Ragukan Wasiatnya

BREAKING NEWS Jenazah Perempuan di Sungai Musi Dipastikan Inta Ferin, Pecah Tangis di RS Bhayangkara

Mulai 1 Januari 2020 UMP Sumsel Rp 3.043.111, Pelanggar Diancam Penjara 4 Tahun & Denda Rp 400 Juta

Tidak hanya menjambak, terlapor yang berjumlah dua orang ini juga mencakar tangan kiri hingga mengalami luka gores serta di leher lecet.

"Usai kejadian mereka langsung pergi, dan saya pulang memberitahukan kejadian kepada orang tua saya Sarimah (47)," katanya lagi.

Sebelum membuat laporan kepolisian di SPKT Polresta Palembang, dengan ditemani orang tuanya SM mendatangi Rumah Sakit (RS) Bari Palembang untuk berobat dan sebagai bukti penganiayaan yang dilakukan kedua terlapor.

"Saya bersama orang tua sepakat membawa kasus ini ke jalur hukum, dengan melaporkan kejadian ke Polresta Palembang.

Dan diharapkan mereka bisa bertanggung jawab atas perbuatannya itu," bebernya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit I SPKT Polresta Palembang, Ipda Hermanto membenarkan adanya laporan terkait perlindungan anak, dimana korban dianiaya oleh tetangganya sendiri.

"Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang, kedua terlapor dijerat dengan undang-undang (UU) nomor 35 tahun 2014," tutupnya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved