Perguruan Tinggi Ilegal di Palembang

BREAKING NEWS Polda Sumsel Ungkap Perguruan Tinggi Ilegal di Palembang, 63 Mahasiswa Jadi Korban

Polda Sumsel mendapat laporan dugaan adanya perguruan tinggi yang beroperasi tanpa izin dan ada mahasiswa yang sudah diwisuda menjadi korbannya.

BREAKING NEWS Polda Sumsel Ungkap Perguruan Tinggi Ilegal di Palembang, 63 Mahasiswa Jadi Korban
ist
Ditreskrimum Polda Sumsel merilis hasil penyidikan yang dilakukan atas laporan seorang mahasiswa Perguruan Tinggi Harapan Palembang yang menetapkan pembina dan ketua yayasan tersangka, Kamis (31/10/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ditreskrimum Polda Sumsel menetapkan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Harapan Palembang Sopyan Sitepu dan Ketua Yayasan Maimunah Sitorus yang juga istri Sopyan sebagai tersangka dalam kasus penipuan perguruan tinggi.

Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpian didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menuturkan, penyelidikan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Sumsel setelah adanya laporan dari seorang mahasiswa bernama Mulyadi angkatan 2014.

"Mahasiswa ini melapor, setelah ia mengecek di Dikti bila namanya tidak tercantum di data Dikti.

Padahal, mereka sudah di wisuda dan ternyata nama mereka tidak tercantum," ujar Yustan.

Mengetahui hal tersebut, membuat Mulyadi bersama 63 mahasiswa dan mahasiswi Akfar dan Akper Peruruan Tinggi Harapan Palembang memutuskan untuk melaporkan pembina dan ketua yayasan ke polisi.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan setelah memeriksa saksi-saksi, ternyata memang perguruan tinggi harapan Palembang ini tidak memiliki izin untuk proses belajar mengajar perguruan tinggi dari Kemenristek Dikti.

"Dari proses ini, penyidik telah menetapkan dua tersangka yakni pembina perguruan tinggi harapan dan ketua yayasan yang juga istri dari pembina yayasan," ujarnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved