Bukan AHY, Ternyata Sosok Pria yang Dulunya Penjual Kambing Ini Dampingi Prabowo di Kemenhan RI!

Bukan AHY, Ternyata Sosok Pria Ini yang Dulunya Penjual Kambing Ini Dampingi Prabowo di Kemenhan RI!

Tayang:
Editor: Welly Hadinata
Tribunnews.com
Wahyu Sakti Trenggono dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi salah satu pembantunya di Kabinet Kerja Jilid II periode 2019-2024. Ia ditunjuk untuk menjabat Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 

Bukan AHY, Ternyata Sosok Pria Ini yang Dulunya Penjual Kambing Ini Dampingi Prabowo di Kemenhan RI!

SRIPOKU.COM - Bukan AHY, Ternyata Sosok Pria Ini yang Dulunya Penjual Kambing Ini Dampingi Prabowo di Kemenhan RI!

Wahyu Sakti Trenggono dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi salah satu pembantunya di Kabinet Kerja Jilid II periode 2019-2024.

Ia ditunjuk untuk menjabat Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Nama Trenggono kurang populer di dunia politik.

Ia boleh dibilang baru terjun di dunia politik praktis ketika didapuk menjadi Bendahara Tim Kampanye Nasional ( TKN) Jokowi-Ma'ruf pada perhelatan Pilpres 2019 lalu.

Tujuh Menteri Jokowi yang Dianggap Kontroversi dan Jadi Sorotan Publik, Tito Karnavian Masuk Daftar

Calon Pewaris MNC Group Angela Tanoesoedibjo, Dipanggil Presiden Jokowi, Isi Posisi Wakil Menteri!

Tak Ada AHY, Ini 12 Nama Calon Wakil Menteri yang Dijadwalkan Dilantik Presiden Jokowi Pukul 14.00

Trenggono memang bukan lahir dari rahim politik. Ia tumbuh dan berkembang di dunia industri informasi telekomunikasi.

Ia memulai kariernya di PT Astra Internasional Tbk sekitar tahun 1988. Saat itu, ia bahkan belum menamatkan jenjang pendidikan sarjananya di Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB). Dilansir dari Kontan, 2016, Trenggono muda memiliki hasrat tinggi dalam bekerja.

Keinginan kuatnya untuk maju ini demi melepaskan keluarganya dari jerat kemiskinan.

Sejak kecil, keluarganya terbiasa hidup prihatin di Semarang, Jawa Tengah. Trenggono mengisahkan, keluarganya pernah terpaksa menjual kambing agar ia dapat meneruskan pendidikan di ITB.

“Saya dulu bayar kuliah Rp 22.000 harus jual tujuh ekor kambing dan dikirim sama nenek saya Rp 35.000,” kenang dia.

Di Astra, ia diterima pada program Astra Basic Training. Ia disekolahkan selama enam bulan sebelum dilepaskan ke unit bisnis Astra. "Dan saya kebagian dalam bisnis informasi teknologi," lanjut Trenggono.

Menjejakan kaki di Astra menjadi awal yang baik bagi perjalanan karier Trenggono. Banyak hal dipelajari, mulai dari membangun infrastruktur IT, membangun kultur perusahaan, hingga mengembangkan pabrik.

Namun, salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Trenggono, yakni relasi yang ia bangun dengan lembaga konsultan dunia, yakni Boston Consulting Group (BCG) .

“Di situ sebenarnya banyak sekali belajar tentang perubahan manajemen,” ujar dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved