Cerita Penting Dibalik Terbentuknya Hari Santri, bukan Sekedar untuk Murid Pesantren
Hari ini, 22 Oktober 2019, merupakan tahun keempat Hari Santri dan menjadi janji kampanye presiden Jowo Widodo.
SRIPOKU.COM - 22 Oktober ditetapkan menjadi Hari Santri.
Hari ini, 22 Oktober 2019, merupakan tahun keempat dan menjadi janji kampanye presiden Jowo Widodo.
Jika ditilik dari maknanya, yang disadur dari wikipedia.com, santri bermaknakan seseorang yang mengikuti pendidikan di suatu pondok pesantren yang menetap di sana hingga pendidikan selesai.
Apa benar Hari Santri hanya untuk mereka yang di pesantren saja?
Hari Santri Nasional diperingati setiap tahunnya pada 22 Oktober sejak ditetapkan pertama kali pada 2015.
Penetapan Hari Santri Nasional merupakan salah satu janji kampanye Presiden Joko Widodo.
Menurut Harian Kompas edisi 22 Oktober 2015, santri tak hanya merujuk pada komunitas tertentu, tetapi merujuk mereka yang dalam tubuhnya mengalir darah Merah Putih dan tarikan napas kehidupannya terpancar kalimat La ilaha illa Allah.
Penetapan ini dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yag ditandantangani pada 15 Oktober 2015. Alasan 22 Oktober jadi Hari Santri
Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri mengacu pada peristiwa yang terjadi pada tanggal yang sama tahun 1945.
Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Komaruddin Amin, perjuangan para KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, dan Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto menciptakan organisasi Islam sangat berperan penting dalam perjalanan bangsa.
”Mereka merupakan tokoh yang memiliki komitmen Islam dan komitmen kebangsaan yang luar biasa. Hal inilah yang harus terus kita kenang,” kata Komaruddin.
Saat itu, Hasyim Asy'ari yang menjabat sebagai Rais Akbar PBNU menetapkan Resolusi Jihad melawan pasukan kolonial di Surabaya, Jawa Timur.
Peran ini sangat terlihat pada tanggal 21 dan 22 Oktober 1945 saat pengurus NU Jawa dan Madura menggelar pertemuan di Surabaya.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyatakan sikap setelah mendengar tentara Belanda berupaya kembali menguasai Indonesia dengan membonceng Sekutu.
Pada 22 Oktober 1945, Hasym Asy'ari menyerukan imbauan kepada santri untuk berjuang demi Tanah Air.
Resolusi itu disampaikan kepada pemerintah dan umat Islam Indonesia untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/gubernur-sumsel-h-herman-deru-peringatan-hari-santri233_20181101_102433.jpg)