Delay Dua Jam Hingga Penumpangnya Batal Ketemu Klien di Bali, Ini Jawaban Garuda

Garuda membenarkan bahwasanya penerbangan dari Palembang ke Denpasar mengalami delay hampir dua jam di hari ini.

Delay Dua Jam Hingga Penumpangnya Batal Ketemu Klien di Bali, Ini Jawaban Garuda
sripoku.com/haris widodo
Tampak sejumlah penumpang masih menunggu keberangkatan di bandara SMB II Palembang. 

Laporan wartawan sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kabut asap yang kembali menyelimuti langit kota Palembang berimbas pada keterlambatan jadwal penerbangan (delay) dari Palembang menuju Bali, pada Selasa (16/10/2019).

Hal tersebut membuat penumpang harus menunggu setidaknya kurang lebih dua jam untuk bisa terbang karena adanya keterlambatan tersebut.

"Menunggu selama 4 jam katanya cuaca buruk terpaksa deh saya batal ketemu klien," ujar Ari kepada Sripo, seorang penumpang yang akan berangkat ke Denpasar menggunakan maskapai Garuda.

Ari menuturukan bahwasannya sejak pagi tadi dia sudah menunggu, sampai jadwal keberangkatan pesawat tiba dia belum juga berangkat

"Jadwal keberangkatan saya itu pukul 9.30, tapi delay dan katanya baru pukul 11.20," kata Ari.

Manager Garuda Indonesia Cabang Palembang, Wahyudi Kresna melalui Manager Marketing Garuda Indonesia Cabang Palembang, Meisye Paulina Tambunan mengatakan pesawat untuk rute tersebut harus mengalami keterlambatan penerbangan dikarenakan sebelumnya telah ada keterlambatan pendaratan dari pesawat Garuda dari Medan menuju Palembang.

"Iya benar pesawat kami kan rotasinya KNO-PLM jadi waktu mendarat di PLM karena kabut asap delay imbasnya jadi lanjutannya PLM-DPS dan DPS-PLM dan PLM-KNO jadi delay juga," kata dia.

Meisye menambahkan, untuk delay karena kabut asap ini penumpang pesawat tidak mendapatkan kompensasi dari maskapai.

Dijelaskannya sebab hal ini merupakan Force Majeure sehingga diberlakukan sesuai ketentuan penanganan pax dalam situasi seperti ini.

"Ini sesuai ketentuan yang berlaku dari Kemenhub," jelasnya.

Sebelumnya pada Rabu (2/10/2019) lalu penerbangan Maskapai Garuda dari Jakarta menuju Palembang juga harus tertahan (holding) sebelum melakukan pendaratan selama sekitar 22 menit.

Seharusnya pesawat dengan nomor penerbangan GA100 tersebut sudah harus tiba di bandara internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, pada pukul 06:45 namun baru pada pukul 07:17 dapat mendarat.

"Pesawat PLM ke BKS kita punya bisa terbang dengan baik. Tapi pesawat JKT-PLM kita yang memang harus menunggu untuk mendarat," ujarnya.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved