Berita Musi Banyuasin

Lakukan Proyek Fiktif, Mantan Kades Tanjung Durian Musi Banyuasin Meringkuk di Balik Jeruji Besi

Akibat melakukan proyek fiktif, mantan Kepala Desa Tanjung Durian Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin mendekam di balik jeruji besi.

Lakukan Proyek Fiktif, Mantan Kades Tanjung Durian Musi Banyuasin Meringkuk di Balik Jeruji Besi
SRIPOKU.COM/ FAJERI RAMADHONI
Aswandi (52) mantan Kades Tanjung Durian Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin saat digiring anggota polisi masuk sel tahanan Polres Musi Banyuasin. 

Laporan wartawan sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Akibat melakukan proyek fiktif membuat mantan Kepala Desa (Kades) Tanjung Durian Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yakni Aswandi bin Anang (52) harus mendekam dibalik dinginnya jeruji besi penjara.

Akibat dari perbuatannya negara mengalami kerugian sebesar Rp.304.896.399 dari kegiatan fiktif yang dilakukan. 

Kapolres Muba AKBP Yudhi Markus S Pinem SIK, mengatakan sebelum tersangka melakukan perbuatan tindak pidana korupsi (Tipikor), Desa Tanjung Durian mendapatkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk kegiatan belanja langsung yang bersumber dari APBD Muba tahun 2014.

Pada tahap pertama Rp. 378.986.750 dan tahap kedua sebesar Rp. 378.986.200.

"ADD/K yang bersumber dari APBD Kabupaten  Muba bertujuan untuk kegiatan fisik yakni ekonomi produktif dan opersional desa,"kata Yudhi, ketika menggear Pers Rilis di Halaman Mapolres Muba, Senin (13/10/19).

Para Guru SMPN 4 Abab Kabupaten PALI Resah, Gaji Mereka Dipotong Jika tidak Masuk Kerja

Dua Hektare Lahan Hutan Bambu di Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan Terbakar

Baznas Sumsel Kembali Aktifkan Ruang Ramah Asap untuk Masyarakat di MAN 1 Jakabaring Palembang

Lanjutnya, berhasil penyelidikan belanja langsung sebagaimana tercantum Daftar Urutan Rencana Penggunaan (DURP) dan Laporan Penggunaan Dana (LPD) tahap pertama dan kedua serta pemeriksaan saksi-saksi telah ditemukan kegiatan yang fiktif

"Dari hasil audit dan keterangan tim dari Inspektorat Kabupaten Muba bahwa dalam realiasi dalam belanja langsung ADD/K di Desa Tanjung Durian tahun 2014 menimbulkan kerugian negara sebasar Rp.304.896.399,"ungkapnya.

Tersangka disangkakan Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 lebih subsider Pasal 9 Juncto Pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi.

"Kemudian ancaman pidana Pasal 2 ayat (1) pasal 3, dan pasal 9 dengan ancaman pidana kurungan seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Denda sebesar Rp 200 juta paling sedikit dan paling banyak Rp 1 Milyar. Saat ini tersangka telah diamankan di Mapolres Muba untuk proses hukum lebih lanjut,"jelasnya. (dho)

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved